Kesbangpol Taja Sosialisasi Konflik SDA

Kamis, 27 Agustus 2015

Ilustrasi

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Dirjen Kesbangpol Jakarta, Kesbangpol Riau, Kadis Koperasi dan UKM Inhu dan Kadis Perindagpas Inhu. Sebagaimana diketahui, dari berbagai jaringan tersebut setidaknya dapat memberikan informasi mengenai konflik dan mendiskusikan upaya perdamaian. Konflik ini dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu konflik berbasis agama, berbasis etnik, politik, aparat negara, Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Ekonomi (SDE), tawuran, penghakiman massa, pengeroyokan, dan lain-lain. Dari semua kategori tersebut hampir semua meningkat.
Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan mengidentifikasi potensi ketahanan ekonomi dan SDA yag dimiliki Inhu. Di samping itu, menyamakan prosepsi para stakeholder pada potensi ketahanan ekonomi dan SDA, mengembangkan serta mengetahui potensi konflik dan pencegahannya. Sekretaris Kesbangpol Inhu Zulbahri, mengaku pengelolaan terhadap potensi SDA dan SDE belum dilakukan maksimal. "Dengan segala kemampuan yang dimiliki, daerah dapat membuat terobosan baru yang inovatif dengan menggali berbagai potensi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, Kamis (27/8).
Menurutnya pemerintahan tetap melakukan kendali dan pengaturan, agar mitra pemerintah berpegang pada azas kepentingan mayoritas masyarakat dan kemakmuran rakyat.  Ia mengimbau, peserta menyamakan persepsi antara masyarakat dan aparatur pemerintah dalam menghadapi dan menangani masalah. "Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar sesama mitra kerja, dan melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap berbagai potensi konflik SDA dan SDE yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat di Inhu," ucapnya.
Ditambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan hingga 27 Agustus mendatang dengan dihadiri peserta dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu. (adv/humas)