Publik Lebih Memilih Calon Independen

Rabu, 27 Januari 2016

ilustrasi

JAKARTA  (HR)- Saat partai politik dinilai tak lagi memikat, publik merekomendasikan calon yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta agar melalui jalur independen.

Sejauh ini, calon independen paling kuat masih dipegang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Demikian hasil survei bertajuk "Calon Independen vis-a-vis Calon Partai" yang diselenggarakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis, baru-baru ini, di Jakarta.
Pengumpulan data dilaksanakan pada 5-10 Januari 2016 terhadap 400 responden secara acak di lima wilayah kota Jakarta.

Penarikan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi antara jumlah sample dan jumlah pemilih di setiap kota.

Peneliti CSIS, Arya Fernandes, mengungkapkan, berdasarkan survei, sebanyak 54,75 persen responden merekomendasikan calon maju melalui jalur independen.

Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 38,50 persen responden yang merekomendasikan calon maju melalui jalur partai politik.

"Angka ini cukup besar. Publik rupanya masih memiliki tingkat kepercayaan yang lemah kepada partai politik. Mereka juga menilai kinerja partai politik, yang terwakili dalam DPRD DKI Jakarta, kurang baik," kata Arya.

Menurut Arya, fenomena yang terjadi di beberapa daerah saat pilkada turut memengaruhi preferensi responden, yaitu adanya politik transaksional dalam pencalonan kepala daerah.
Kendati demikian, hasil survei bisa saja berubah jika ada partai politik yang sudah terang-terangan mendeklarasikan calonnya.

Sampai saat ini, belum ada partai politik yang mendeklarasikan calon yang memiliki potensi menjadi lawan Basuki.(kcm/ivi)