Hukrim

Baku Tembak di Poso, 2 Teroris Tewas

ILUSTRASI

JAKARTA (HR)-Baku tembak dikabarkan terjadi antara tim Satgas Anti-Teror dan Densus 88 Polri dengan sekelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Dalam baku tembak itu, dua orang anggota kelompok teroris dikabarkan tewas. Salah satunya diterangai sebagai tangan kanan pentolan teroris, Santoso.

Informasi yang dihimpun dari sumber di Kepolisian menyebutkan, baku tembak terjadi di wilayah Gayatri, Poso. Ketika itu, petugas gabungan yang terdiri dari gabungan Polda Sulteng, Brimob Mabes dan Densus 88 serta Satgas Anti Teror, menyergap sebuah tempat yang diduga kuat menjadi tempat persembunyian kelompok teroris tersebut. Operasi tersebut disebut dengan Operasi Camar Maleo II.

"Kontak senjatanya terjadi di sebuah perkebunan," ungkap seorang perwira.

Perwira tersebut mengatakan, dari hasil penyisiran sementara, ada dua orang anggota teroris yang tewas dalam baku tembak ini. Namun belum diketahui pasti siapa anggota teroris tersebut.

Dalam ajang adu tembak itu, tim gabungan  menyita sepucuk senjata api jenis M16 dan juga sebuah bom lontong di lokasi penyergapan tersebut.

Tangan Kanan
Menurut informasi yang terus berkembang hingga tadi malm, dua orang anggota kelompok teroris yang tewas tertembak, salah seorang di antaranya merupakan tangan kanan pimpinan kelompok teroris, Santoso.
"Mereka ini kelompok MIT (Mujahidin Indonesia Timur), salah satunya orang kepercayaan Santoso," tambah sumber tersebut.

Operasi Camar Maleo II sendiri telah dilakukan sejak 27 April 2015. Operasi ini melibatkan 1.000 orang anggota gabungan dari Brimob Mabes Polri, Densus 88 Polri dan Polda Sulawesi Tengah. (dtc, sis)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar