Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Jelang Puasa

Wapres: Itu Biasa Saja Itu!

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6).

WAJO (HR)-"Itu (kenaikan harga) biasa saja itu. Tinggal dijaga saja naiknya tidak besar. Pendapatan petani juga naik juga asal langsung ke petani, tidak ditahan di pedagang," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6).

Menjelang Ramadhan ini, harga berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan di berbagai daerah. Untuk menjaga agar harga-harga tak semakin tinggi, pemerintah pun sudah menyiapkan strateginya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, kunci menjaga kestabilan harga sembako adalah kecukupan suplai barang.
Wapres.

Oleh karena itu, pemerintah pun siap menyalurkan suplai barang yang lebih besar untuk mencegah lonjakan harga sembako yang lebih tinggi.
"Barang makanan yang tiba-tiba dibutuhkan bersamaan katakanlah cabai, ikan, daging, telur, ayam karena itu tidak bisa disimpan lama. Tapi itu semua bagian dari keseimbangan. Tetapi memang itu harus diatasi dengan suplai yang besar saja," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)

Menurut JK, kenaikan harga barang kebutuhan pokok jelang Ramadhan merupakan hal yang wajar.

Meski begitu, pemerintah tetap waspada lonjakan harga barang kebutuhan pokok lantaran akan memberatkan masyarakat. Bahkan bisa menyebabkan inflasi yang tinggi.

Sebenarnya, tak hanya pemerintah yang mewaspadai kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang tak wajar jelang Ramadhan. Bank Indonesia (BI) sudah mengingatkan pemerintah, baik pusat dan daerah untuk menjaga stabilisasi harga pangan.

Menurut BI, kenaikan harga pangan bisa memacu inflasi yang tinggi. Akibatnya, bisa berdampak pada merosotnya pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, BI meminta pemerintah daerah bekerja keras menjaga stabilisasi harga pangan dengan memastikan pasokan aman dan distribusi yang lancar.
 

Naik Berlipat

Harga sejumlah bahan pokok di Kuantan Singingi (Kuansing) mengalami lonjakan cukup drastis jelang bulan puasa. Terutama cabe dan sayur mayur lainnya, yang naik berlipat ganda dari sebelumnya.

Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat yang umumnya bekerja sebagai petani. Seperti yang disampaikan Nelda (46), salah seorang warga Logas Tanah Darat (LTD) mengaku sangat risau dengan kondisi saat ini.

"Bagaimana tidak, harga karet masih merangkak, sementara harga cabe meroket," ujar Nelda, Sabtu (6/6).

Dikatakannya, saat ini harga cabe di pasar mencapai Rp40 ribu per kilo. Harga tersebut sangat jauh berbeda pada minggu lalu, dimana harga cabe hanya berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu setiap kilonya.

"Begitu juga dengan harga sayur mayur, harganya begitu cepat naik akhir-akhir ini," tambah Nelda.

Senada dengan Nelda, Umar (50) warga Pangean berharap pemerintah memberikan jalan keluar agar harga-harga bisa stabil jelang Ramadhan.

"Kita sangat berharap, pemerintah punya solusi untuk mengatasi lonjakan harga barang jelang dan selama Ramadhan nanti," kata Umar.(kpc/grc/yuk)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar