Pekanbaru

Usut Kasus Prostitusi Online Hingga ke Akarnya

Ilustrasi

PEKANBARU (HR)-Meski DPRD apresiasi pihak Polresta Pekanbaru yang telah berhasil membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan sejumlah mahasiswi di Pekanbaru, namun Dewan berharap kasus ini diusut hingga ke akarnya.

"Kita minta ini diusut, apalagi ada juga pejabat yang menjadi langganan bisnis haram itu. Ini pencemaran nama baik untuk Kota Pekanbaru," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi, Rabu (7/10).

Dikatakan Mulyadi, pelaku bisnis prostitusi online ini juga telah merusak para generasi muda, yakni para mahasiswi yang terjebak di dalamnya. Pelaku diminta dihukum dengan aturan yang ada. "Karena kejadan ini buntut dari lemahnya pengawasan oleh Pemerintah Pekanbaru. Semua orang bisa seenaknya membuka usaha dan kini kita lihat, betapa banyaknya fasilitas yang bisa jadi sarang maksiat. Di antaranya karaoke keluarga dan bisnis perhotelan di Pekanbaru, ruko saja bisa kita lihat jadi hotel," tukasnya.

Selain itu, terang Politisi PKS ini, aturan perhotelan di Kota Pekanbaru ini pun tidak ada. Hotel hanya mengedepankan komersial, yang penting kamar hotelnya penuh, siapa saja boleh menginap asal ada uang.

"Menjamurnya bisnis perhotelan ada yang tarifnya hanya Rp100 ribu hingga Rp175 ribu permalam. Kalau begitu, anak umur 15 tahun saja bisa nginap tanpa ditanya ada identitas," kata Mulyadi. (ben)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar