Banyak Tak Capai Target

Guru Mulai Resah Hasil UKG

Ilustrasi

BANGKINANG (HR)-Guru yang telah mengikuti UJian Kompetensi Guru (UKG) dengan hasil di bawah 5.5 mulai resah. Pasalnya mereka khawatir akan adanya kebijakan yang berdampak terhadap karirnya di dunia pendidikan.

Sejumlah guru yang ditemui mengaku pasrah dengan hasil UKG meski segala upaya telah dilakukan jelang dilaksanakan UKG itu. ”Kita pasrah saja dan upaya telah dilakukan selama ini dengan mencari kisi-kisi soal dan membahasnya," ujar Ibe salah seorang guru SMP.

Dia sempat cemas jika perolehan nilai yang kabarnya minimal 5.5 dan jika tak tercapai maka guru yang bersangkutan akan mengikuti pelatihan. "Saya dapat informasi seperti itu tapi ada pula yang mengatakan bahwa UKG itu bertujuan untuk pemetaan guru," tambahnya.

Sementara itu salah seorang guru yang meraih nilai 5.8 merasa lega sekalipun belum tercapai poin 6 dan dia merasa cukup puas perolehan nilai itu. ”Aduh, soalnya cukup sulit apalagi daya pikir kita mulai menurun sejalan dengan bertambahnya usia," sebutnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bagi guru yang meraih nilai 100, pemerintah menyediakan insentif nontunai sebagai kompensasi. Tahun lalu hanya 2 orang guru yang mampu memperoleh nilai 100 dan langsung diberangkatkan ke Belanda.

Waktu pelaksanaan insentif nontunai berupa perjalanan ke luar negeri kabarnya dilaksanakan pada 2016 dengan negara negara tujuan, menyesuaikan dengan jumlah guru peraih nilai UKG 100.

UKG sendiri berlangsung sejak 9 November hingga 27 November 2015 dan hampir semua daerah di Indonesia saat ini sedang  melaksanakan UKG sistem online yang diikuti 2.949.110 guru baik yang berstatus PNS maunpun non PNS, baik  yang sudah memiliki sertifikasi profesi maupun belum.(dom)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar