Jika Perusahaan Beroperasi

Warga Khawatir Jalan Desa Hancur

Ilustrasi

RENGAT (HR)-Keberadaan pabrik kelapa sawit PT Persada Agro Sawita di Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat dikhawatirkan warga akan menambah parah kerusakan jalan Desa Bukit Selasih dan Tani Makmur.

Pasalnya, ruas jalan yang dibangun pemerintah ini hanya kelas III C, sementara kapasitas truk pengangkut CPO lazimnya 20 ton.

Kekhawatiran itu disampaikan Ricardo Hutapea (56), warga Desa Kota Lama, Senin (16/11).

“Dalam operasinya PT PAS akan memakai ruas jalan Bukit Selasih-Tani Makmur. Kita pastikan jalan ini akan bertambah rusak karena muatan truk CPO minimal 20 ton. Kalau ditambah bobot kendaraan bisa mencapai 30 ton. Sedangkan kapasitas jalan III C hanya bisa dilalui kenderaan yang berbobot 15 ton,” jelasnya.

Ricardo yang juga mantan anggota DPRD Inhu ini mengatakan, jalan tersebut sudah pernah diaspal pemerintah saat dia masih duduk DPRD sepanjang 1 kilometer. Namun karena tidak ada perawatan, jalan aspal yang masih tampak hanya tersisa beberapa puluh meter saja. “Seharusnya PT PAS membangun jalan sendiri dan jangan melalui jalan akses sejumlah desa ini,” katanya.

Namun jika PT PAS tetap akan memakai jalur tersebut, ia meminta perusahaan meningkatkan kapasitas kelas jalannya terlebih dahulu. Perusahaan tersebut juga diminta menyalurkan dana CSR-nya kepada masyarakat lingkungan, terutama lima desa sekitar, yakni Desa Kota Lama, Desa Pematang Jaya, Desa Bukit Petaling, Desa Tani Makmur Dan Desa Sungai Baung.

Sementara itu, Manajer PT PAS Junaedi Siregar, mengatakan perusahaan tersebut akan mulai beroperasi Desember. Menurutnya, jika Pemkab Inhu telah menerbitkan izin bangunan PT PAS, tentunya sudah dipertimbangkan semua aspek, termasuk akses jalan yang akan dilalui.

“Tak mungkin Pemkab Inhu menerbitkan izin sembarangan tanpa mempertimbangkan hal hal yang terkait dengan lingkungan,” ujarnya. (rez)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar