Jalur Riau-Sumbar Alami Peningkatan 8 Jam Tempuh Padang-Bukittinggi

Puncak Balik Malam Ini

ilustrasi

PEKANBARU (HR)-Jajaran Polres Kampar memprediksi arus balik dari Sumbar menuju Riau akan mengalami puncaknya pada malam ini. Satlantas tingkatkan jumlah personil mulai dari perbatasan kedua provinsi.

Berdasarkan pemantauan, volume jumlah kendaraan yang melintas dari Provinsi Riau menuju Sumatera Barat via Kabupaten Kampar dilaporkan mulai mengalami peningkatan, Sabtu (26/12) kemarin, yang didominasi oleh roda empat milik pribadi.

Sesuai prediksi, jalur lintas Kabupaten Kampar yang menghubungkan Riau dan Sumatera Barat (Sumbar), jadi favorit masyarakat dalam menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru. Tercatat ada peningkatan jumlah kendaraan hingga 60 persen.

Hal ini diungkapkan Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Dasmaliki Sabtu kemarin. yang mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan tersebut mulai terjadi sejak Kamis kemarin. "Peningkatan sekitar 60 persen dibanding hari biasa. Sejak Kamis hingga siang ini," ungkapnya.

Sejauh ini, ruas jalan menuju Sumbar masih dalam kategori ramai lancar. Sebaliknya dari arah Sumbar menuju Riau terjadi peningkatan sekitar 20 persen. "Jadi bisa dikatakan pengendara yang mendominasi adalah dari Riau menuju Sumbar," kata AKP Dasmaliki.

Dasmaliki memprediksi puncak arus balik dari Sumbar ke Riau akan terjadi mulai Sabtu malam, hingga malam hari ini (Minggu, red), sesuai jadwal libur nasional. Oleh karena itu, Satlantas Polres Kampar masih berada di lapangan guna mengatur kelancaran arus kendaraan, agar tidak terjadi penumpukan.

"Kita juga fokus melakukan pengaturan arus dibeberapa titik rawan macet, seperti di Kuok, Air Tiris dan Danau Bingkuang. Dimana lokasi ini jadi pusat keramaian bagi warga setempat sekaligus akses lintas pengendara yang ingin ke Sumbar atau kembali ke Pekanbaru," jawabnya.

AKP Dasmaliki juga menghimbau seluruh pengendara baik roda dua maupun empat agar tetap waspada dan berhati-hati. "Jika lelah, isitirahatlah di posko-posko yang sudah didirikan disepanjang ruas jalan. Patuhi rambu-rambu dan perhatikan laju kecepatan kendaraan agar selamat sampai tujuan," tukasnya.

Macet

Sejumlah pengendara yang melintasi jalur dari Padang menuju Bukittinggi, Sumatera Barat, (Sumbar), mengeluhkan kemacetan yang terjadi di daerah itu.

Nasir (50) salah seorang pengguna jalan raya di Padangpariaman, Sabtu, mengatakan sudah satu jam lebih terjebak kemacetan.

"Saya hendak menuju Kota Bukittinggi namun terjebak macet kurang lebih satu jam," kata dia.

Ia mengatakan kemacetan tersebut tidak hanya kali ini saja dialami, namun hampir setiap melintasi jalur Padang menuju Bukittinggi.

"Biasanya saya melintasi jalur ini antara pukul 08.00 WIB dan sorenya pukul 16.00 WIB," ucap dia.

Selain itu ia juga mengeluhkan proses perbaikan rel kereta api di daerah itu yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Ia meminta kepada pihak-pihak terkait agar melakukan pengawasan sehingga proses perbaikan rel kereta api tidak menimbulkan kemacetan.

Hal serupa juga dikeluhkan Tri warga Riau yang hendak menuju Pekanbaru yang sudah berangkat dari Padang sejak pukul 10.00 WIB.

Lalu lintas padat hanya bisa jalan dengan kecepatan 20 kilometer per jam terutama dari Lubuk Alung menuju Sicincin, ujarnya.

Sementara itu Kapolres Padangpariaman, AKBP. Rudi Yulianto mengatakan kemacetan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor.

Libur panjang dan Hari Raya Natal merupakan salah satu penyebab kemacetan di daerah itu, namun pihaknya telah menyiagakan beberapa personel di sejumlah titik kemacetan.

"Kami sudah menyiagakan 10 personel di sepanjang jalur Lubuk Aluang hingga Sicincin untuk mengurai kemacetan yang terjadi," ucap dia.

Selain itu budaya tertib berlalu lintas yang kurang baik oleh masyarakat juga penyebab kemacetan semakin parah.

Para pengguna jalan raya yang tidak sabar serta tidak mematuhi rambu lalu lintas sering kali menyelip kendaraan lain di saat kemacetan terjadi sehingga menyebabkan jalan tersumbat.

Terkait perbaikan jalur rel kereta api yang sedang dikerjakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar mengurangi tingkat kemacetan.

"Beberapa waktu lalu kita sudah mengadakan rapat lintas sektoral untuk persiapan operasi lilin dimana salah satu pembahasannya terkait antisipasi kemacetan yang terjadi akibat perbaikan tersebut," ujarnya.

Mundur

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengurdurkan diri dari jabatannya.

Djoko merasa gagal mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama libur Natal dan tahun baru belakangan ini.

"Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap hal ini, saya menyatakan berhenti jadi Dirjen Perhubungan Darat," ujar Djoko di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Sabtu (26/12/2015) malam.

Djoko menyatakan bahwa dirinya adalah pihak yang bertanggung jawab atas kemacetan yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Saat ditanya lebih jauh mengenai motif lain di balik pengunduran dirinya, Djoko enggan berkomentar.

Meski begitu, ia memastikan bahwa tidak ada tekanan dari pihak mana pun terkait pengunduran dirinya ini.

"Saya harus bertanggungjawab karena banyak spekulasi, dan saya harus menyatakan bahwa ini kesalahan Dirjen Perhubungan Darat," ujar Djoko.

"Tanggung jawab saya sebagai Dirjen Perhubungan Darat yang gagal," kata dia lagi.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J. A. Barata mengaku belum mengetahui rencana pengunduran diri Djoko sebelum ini.

Menurut Barata, pengunduran diri tersebut mendadak disampaikan Djoko kepada media. "Apa yang kalian tahu, saya juga baru tahu," ujar Barata.

Ia pun berjanji akan menyampaikan kepada media jika ada perkembangan informasi terkait pengunduran diri Djoko tersebut.(ant/grc/kpc/yuk)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar