Riau

Percepat Swasembada Desa Melalui Desa Mandiri Pangan dan Energi

Bupati Kampar Jefry Noer.

Siak Hulu(HR)-Untuk mempercepat program 3 zero yang dicanangkan Pemkab Kampar, Bupati Kampar Jefry Noer akan mencontoh Desa Cikoneng II, Kecamatan Ciomas, Bogor yang dikunjunginya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, anggota DPRD Provinsi Riau sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Eva Yuliana dan rombongan Pemkab Kampar serta anggota DPRD Kampar akan mempelajari PT Swen Inovasi Transfer yang memiliki workshop daerah biogas.

Workshop yang dimiliki Sri wahyuni ini tempat pembuatan biogas, pertanian dan perikanan. Bupati Jefry mengatakan banyak sekali pembelajaran yang didapatkan dalam rangka mempercepat program 3 zero, yakni zero kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh di Kabupaten Kampar dan swasembada desa dengan program Desa Mandiri Pangan dan Energi.

Hal ini diungkapkannya saat tiba dari Bogor bersama Direktur PT Swen Enovasi Transfer Sri Wahyuni yang langsung mengunjungi lokasi P4S Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak, Kamis (29/1)

“Kita akan buatkan desa percontohan terlebih dahulu dimana ada beberapa kategori percontohan. Yakni lahan 1.000 meter persegi, lahan 1.500 dan 2.000 meter persegi,” jelas Jefry

Ditambahkan Jefri, Pemkab Kampar telah melihat langsung lahan 800 meter persegi yang dimiliki Sri Wahyuni yang mampu menghasilkan hingga Rp3 juta. Hal ini merupakan konsep yang sangat baik untuk diterapkan di desa-desa di Kabupaten Kampar.

Percepatan swasembada desa akan kita buat dengan desa mandiri pangan dan energi. Setiap rumah tangga di desa mampu menghasilkan energi biogas yang dapat menghasikan listrik maksimal 1.000 watt. Sehingga mereka bisa memasak dengan cara memakai bio gas.

“Biogas ini diproduksi sendiri oleh masyarakat dari kotoran ternak sapi yang dipelihara masyarakat. Jadi listrik masyarakat tidak perlu bayar lagi, begitu juga bagi masyarakat yang memakai kompor gas,” ucap Jefry.

Selain itu juga Bupati dan rombongan juga melihat langsung pemanfaatan lahan yang dengan cara menanam sayur-sayuran, budidaya ikan, ternak sapi, serta jamur.

Ditambahkan Jefri, masyarakat Kampar harus mampu memanfaatkan lahan semaksimal mungkin di rumah masing-masing. Karena lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam bawang, cabai, sayur-sayuran, budi daya ikan lele serta ternak sapi.

“Inilah yang kita lihat di Desa Cikoneng kemarin. Hal ini bisa menjadi contoh dan akan kita terapkan di desa-desa guna percepatan swasembada desa dalam program desa mandiri pangan dan energi,” tutur Jefry.

Seiring dengan itu Eva Yuliana selaku anggota DPRD Provinsi Riau mengatakan program ini dapat berjalan dengan baik. Ia mengharapkan seluruh SKPD yang terkait dengan 3 zero termasuk para camat, kades serta masyarakat untuk dapat bersama-sama percepat desa swasembada dengan program desa mandiri pangan dan energi.

 Sehingga masyarakat bisa sejahtera sesuai apa yang kita harapkan bersama.(adv/hms)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar