Diduga Mata-mata

Cina Ringkus Warga Jepang

ilustrasi

TOKYO (riaumandiri.co)- Otoritas Cina kembali menangkap seorang warga Jepang, yang dituding menjadi mata-mata. Namun otoritas Jepang membantah pihaknya memiliki aktivitas spionase di luar negeri, termasuk di wilayah Cina.

Beberapa waktu terakhir, otoritas Cina dan Jepang sepakat untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara. Selama ini, hubungan antara kedua negara itu dilanda ketegangan sisa-sisa Perang Dunia II dan juga pertikaian maritim.

Dengan hubungan yang belum pulih, tudingan spionase yang dilontarkan Cina terhadap sejumlah warga negara Jepang seolah menjadi pemicu ketegangan baru antara kedua negara.

Disampaikan juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, seperti dilansir AFP, Senin (1/2), otoritas Cina memberitahukan penahanan satu lagi warga Jepang. Disebutkan bahwa warga Jepang itu ditangkap di Beijing pada Juni tahun lalu, namun baru resmi ditahan bulan lalu.

"Jepang tidak terlibat aktivitas spionase di negara manapun. Pemerintah bersiap untuk mendukung warganya secara tepat melalui kantor-kantor diplomatik di luar negeri," ujarnya.

Hanya sedikit informasi yang diberikan mengenai warga Jepang yang ditahan otoritas Cina itu. Suga sebelumnya mengumumkan ada empat warga negara Jepang yang ditahan di Cina. Tiga di antaranya laki-laki dan satu lagi wanita.

Penangkapan ini terjadi ketika Cina menahan beberapa warga negara asing lainnya terkait kecurigaan terkait isu keamanan di wilayahnya. Pekan lalu, Cina mendakwa seorang warga negara Kanada atas tudingan spionase dan pencurian rahasia negara.

Sedangkan bulan lalu, aktivis asal Swedia bernama Peter Dahlin ditahan atas tudingan membahayakan keamanan nasional. Dahlin telah dideportasi ke Swedia pekan lalu. (dtc, sis)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar