Dunia

Raja Abdullah: Yordania Butuh Bantuan Internasional

ilustrasi

Amman (riaumandiri.co)-Raja Yordania Abdullah menyatakan negaranya membutuhkan bantuan internasional untuk menangani aliran besar pengungsi Suriah. Raja Abdullah memperingatkan jika bantuan tidak datang, situasinya akan seperti bendungan pecah.

Dalam wawancara dengan BBC dan dilansir Reuters, Selasa (2/2), Raja Abdullah menyebut krisis pengungsi yang melanda Yordania membuat kewalahan dinas sosial dan mengancam stabilitas regional. Yordania menyatakan bersedia menerima lebih dari 600 ribu pengungsi Suriah yang terdaftar oleh PBB.

"Rakyat Yordania menderita untuk mencari pekerjaan, tekanan pada infrastruktur dan tekanan pada pemerintah, krisis ini telah melukai kami dalam sektor pendidikan, layanan kesehatan. Cepat atau lambat, saya pikir, bendungannya akan pecah," ucap Raja Abdullah.

Pada Kamis (29/1) lalu, sejumlah pejabat dari Uni Eropa berjanji akan menyumbangkan 2 miliar euro atau Rp 30 triliun pada konferensi donatur internasional yang digelar di London, Inggris, pekan ini. Donasi itu ditujukan untuk para pengungsi Suriah yang ada di Yordania, Libanon dan Irak.

Sedangkan bulan lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan hendak mendorong Uni Eropa untuk meringankan aturan ekspor bagi Yordania, demi membantu perkembangan ekonomi negara tersebut. "Pekan ini akan menjadi saat yang sangat penting bagi rakyat Yordania, untuk melihat apakah akan ada bantuan, tidak hanya bagi pengungsi Suriah tapi juga bagi masa depan kami," ujar Raja Abdullah kepada BBC.

Sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang melancarkan serangan udara di Suriah dan Irak, Yordania selama ini menuai apresiasi dalam membantu para pengungsi. Namun Yordania juga menuai kritikan atas situasi di dekat perbatasannya dengan Suriah, di mana ribuan pengungsi dibiarkan tanpa bantuan.

Situasi itu semakin buruk sejak Rusia melancarkan serangan udara di wilayah Suriah untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad. Raja Abdullah mengatakan, jika Yordania tidak dibantu, maka krisis pengungsi akan semakin parah.
"Dunia internasional, kita selalu berdiri berdampingan, bahu-membahu. Sekarang kami meminta bantuan Anda, Anda tidak bisa mengatakan tidak kali ini," tandasnya.(dtc/pep)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar