Tahlilan Hari Ketujuh Hj Mukhniarti Basko

Hafif Hamka: Hidup Itu Hanya Sebentar

H Basrizal Koto (kanan) bersama mantan Presdir CIMB Niaga Arwin Rasyid (tengah) dan Ketua DPD RI Irman Gusman (kiri) saat tahlilan di Jakarta, Kamis (4/2).

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Segenap keluarga besar Basko Group, menggelar tahlilan hari ketujuh kepergian Almarhumah Hj Mukhniarti Basko, Kamis (4/2).

 Tahlilan digelar di empat lokasi secara serentak, yakni kediaman H Basrizal Koto di Pekanbaru dan Jakarta, Nan Tongga Ballroom Hotel Basko, Padang, Sumatera Barat dan Kantor Haluan Kepri di Batam, Kepulauan Riau.

Tahlilan yang digelar di kediaman keluarga besar H Basrizal Koto di Jakarta, diisi dengan tausiah yang disampaikan Buya Hafif Hamka, yang tak lain adalah anak ulama besar Indonesia, Buya Hamka.
Selain H Basrizal Koto dan keluarga, tahlilan dihadiri sejumlah tokoh seperti Ketua DPD RI Irman Gusman,

Hafif
mantan Presdir CIMB Niaga, Muslim Kasim, Fauzi Bahar, Mustofa direksi Bank Muamalat, dan puluhan anggota Batalyon 330 Nagreg Cicalengka.

Dalam tausiahnya Hafif Hamka mengajak umat muslim untuk terus meningkatkan keimanan dan ibadah supaya bisa tersenyum saat meninggal.

"Dulu waktu lahir kita menangis, tapi orang sekitar kita tersenyum bahagia. Tapi bagaimana supaya kita tersenyum ketika meninggal, di tengah isak tangis orang-orang tercinta," kata Hafif.

Hafif mengingatkan bahwa hidup ini tidak lama, hanya seperti orang minum kopi, istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan. "Tidak ada yang pernah tahu kapan kita meninggal. Di usia berapa kita meninggal dan di mana kita meninggal. Karena itu kita harus selalu siap dengan segala amal ibadah dan budi baik," kata Hafif.

Karena itu, Hafif mengajak untuk selalu menjaga penampilan dengan amal saleh, dengan prilaku yang baik sehingga saat meninggal kita bisa tersenyum. "Jangan sampai orang senang kita meninggal, karena hidup kita banyak merugikan orang lain. Jadilah orang yang dirindukan," kata Hafif.

Sementara di Pekanbaru, tahlilan digelar di kediaman H Basrizal Koto Jalan Diponegoro 9. Sama dengan hari-hari sebelumnya, warga sekitar ditambah kenalan keluarga besar Almarhumah, terus berdatangan di rumah duka. Sehingga tahlilan pun dibagi menjadi dua sesi, setelah Magrib dan Isya.


Dalam sambutannya, H Djufri Hasan Basri mewakili pihak keluarga, mengungkapkan rasa terima kasih tak terhingga atas kehadiran para peserta tahlil. Ia juga menyampaikan permintaan maaf, karena pada waktu bersamaan, H Basrizal Koto dan keluarga, juga menggelar tahlilan di kediamannya di Jakarta.

"Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh jamah dan masyarakat yang menghadiri yasinan ini, semoga ini menjadi amal jariah bagi kita semua," ujarnya.

Sementara itu, ustadz Zulfadli dalam tausiahnya menyampaikan, semua umat manusia harus mampu menerima cobaan dan jangan menganggap bahwa itu adalah azab yang diberikan Allah SWT. Hanya orang- orang yang beriman yang akan diuji oleh sang pencipta, untuk itulah sebagai manusia hendaknya harus bisa menyabarkan orang lain yang sedang ditimpa musibah.

"Apabila mendapat cobaan seperti sekarang ini, kehilangan sosok yang kita cintai, hendaknya kita bisa menjalaninya dengan berfikiran positif. Kepada keluarga yang ditinggalkan jangan pernah berpikiran negatif, walaupun sulit menjalankannya, sedih boleh saja, jangan meratapi," ingatnya.

Di Kota Padang, tahlilan dipimpin Buya Masoed Zein di Nan Tongga Ballroom Hotel Basko. Kegiatan ini diikuti puluhan karyawan Basko Group yang membaur bersama anak panti asuhan.

Ikut hadir dalam kesempatan itu adik kandung Almarhumah, Ibu Ita dan keluarga, Robby Wiryawan selaku GM Basko Grand Mall dan Zul Effendi selaku Pimpinan Umum (PU) Harian Haluan. Tahlilan sudah dimulai selepas salat Ashar.

Dalam tausiahnya, Buya Masoed Zein menyinggung pentingnya membacakan Surat Yasin dan mengirimkan doa bagi Almarhumah.

“Jiwa-jiwa orang yang telah terdahulu pasti mendengar doa-doa tersebut, dan mereka bergembira atas doa-doa dari orang yang suatu saat nanti akan menyusul mereka. Oleh karena itu kita berharap agar doa kita dapat dilimpahkan seumpama pahalanya kepada Almarhumah Mukhniarti,” ujarnya.

Selain itu, Buya juga menyampaikan bahwa pembacaan Yasin yang diselingi dengan doa-doa kepada Allah dilakukan agar Almarhumah mendapat kemudahan dan kelapangan, serta mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah.

 Selain itu, dengan doa tersebut juga diharapkan agar keluarga dan karyawan/ti yang ditinggalkan selalu diliputi kesabaran dan ketawakkalan, sehingga dapat meneruskan semangat dan perjuangan Almarhumah Mukhniarti.

Sementara itu, Robby Wiryawan mengatakan, tahlilan tersebut digelar dengan harapan Almarhumah Hj Mukhniarti mendapat tempat terindah di sisi Allah serta diampuni segala dosa-dosanya.

“Sebagai keluarga dan karyawan/ti yang ditinggalkan, tentunya semangat beliau akan terus kita jaga dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” kata Robby

PU Harian Haluan, Zul Effendi,sempat mengenang betapa besarnya kontribusi dan dukungan Almarhumah kepada Harian Haluan. Terbukti saat Haluan mulai diterbitkan di bawah bendera Basko Group, Almarhumah menghadiri langsung acara penerbitan edisi pertama tersebut.

“Dukungan beliau begitu penting bagi Haluan. Beliau dan Pak Bas begitu berjasa pada keberlangsungan media ini. Almarhumah adalah orang yang sangat mengerti betapa pentingnya keberadaan Haluan sebagai salah satu media besar dan memiliki nilai historis yang panjang di Sumbar.

 Kita berharap agar doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah, dan semisal pahalanya mengalir kepada Almarhumah,” harapnya.  

Begitu pula di Kota Batam, tahlilan digelar di lantai II Gedung Pers Centre, Garama Bengkong. Tahlilan dipimpin langsung Pelaksana Tugas Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Andi didampingi Pemimpin Perusahaan, Ramli, Dewan Redaksi, H. Kasri, Redaktur Pelaksana I, Syahdan, Redaktur Pelaksana II, R Ghafur dan Koordinator Litbang, Ferry Hariyanto.  Ikut hadir anak-anak Panti Asuhan As Sakinah Bengkong Polisi.

Dalam sambutannya, Andi mengaku kepergian Almarhumah Hj Eti Basko, menyimpan duka mendalam bagi karyawan. Andi menilai sosok Hj Eti yang setia, sabar mendampingi suaminya, H Basrizal Koto hingga ke tangga sukses patut menjadi tauladan bagi semua karyawan.

"Selain Pak Bas, kita itu juga memiliki sosok yang penuh inspirasi. Yakni Ibu Eti. Kita pantas memetik hikmah dari kisah perjalanan hidupnya," kata Andi. (tim haluan grup)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar