Riau

Masyarakat Menunggu BPOM Berdiri

ilustrasi bpom

SELATPANJANG (riaumandiri.co)- Hingga saat ini, instansi pengawas makanan dan obat-obatan di Kepulauan Meranti masih belum terwujud. Akibatnya tidak dapat dipastikan apakah bahan makanan-minuman serta obat-obatan yang dijual di pasaran terbebas dari berbagai bahan pengawet yang merusak kesehatan itu.

Terutama terhadap ikan, daging segar, serta bahan makanan lainnya yang dijual bebas di pasaran. Apalagi seperti masuknya ikan ke pasar tidak melalui pemeriksaan petugas. Sebab ikan-ikan itu dibongkar di pelabuhan saat dini hari.

Dikhawatirkan ikan yang dijual di berbagai pasar itu telah dibubuhi bahan pangawet yang barangkali dapat merusak kesehatan manusia,” ungkap M Yunus, mantan pelaut baru-baru ini.

Untuk itu lanjutnya, diharapkan kepada pemerintah daerah agar segera mendirikan Balai POM di Kepulauan Meranti, terutama karena posisi Meranti berada di batas 2 negara tetangga itu. Artinya dengan kehadiran balai tersebut maka masyarakat yang ingin mengetahui kebenaran sebuah produk apakah tercemar atau tidak nantinya akan bisa terjawab.

Sebab jika harus menunggu petugas datang untuk melakukan pengecekan, maka apa yang diharapkan itu tidak akan pernah ditemukan masyarakat. Karena tentu saja para pengusaha ikan sudah mengetahui kedatangan petugas. Apalagi tidak ada masyarakat yang akan menyaksikan apakah sampel yang dibawa itu benar-benar dari pasar Meranti atau tidak.

Banyak kemungkinan yang terjadi, karena jauhnya antara Meranti dan Pekanbaru hingga berjarak lebih kurang 300 Km itu.
“Kita berharap agar pemerintah kabupaten dan  provinsi berupaya mendirikan Balai POM di kabupaten. Sehingga untuk melakukan pengecekan terhadap berbagai produk makanan dan minuman serta obat-obat akan mudah dilakukan masyarakat,” ucap dia lagi.

Diakuinya, penggunaan bahan pengawet makanan dewasa ini sudah sangat meluas. Tidak hanya pada jenis makanan  instan saja, namun bahan makanan jenis lainnya juga ditenggarai telah tercemar dengan  berbagai bahan kimia. "Bahkan beras juga ditenggarai telah mengalami proses pemutihan, sehingga kehadiran instansi yang mengawasi bahan makanan dan obat itu menjadi sebuah kebutuhan masyarakat," ujar dia lagi.(jos)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar