Hingga Pekan ke-11, 2016

Kasus DBD di Pekanbaru Tembus 313 Kasus

Seorang anak menjalani perawatan karena menderita demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru

PEKANBARU(riaumandiri.co)- Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Pekanbaru terus meningkat, hingga pekan ke sebelas tahun 2016, jumlah penderita mencapai 313 kasus. Dibanding tahun lalu dengan minggu yang sama diketahui terjadi peningkatan dari angka tersebut.

"Angka DBD suda 313 kasus hingga minggu ke sebelas, tahun lalu dengan kurun waktu yang sama berjumlah 308 kasus," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti, Rabu (23/3).

Adapun rinciannya adalah, di Kecamatan Sukajadi masyarakat terserang DBD berjumlah 19 orang, Senapelan, 20, Pekanbaru Kota, 11, Rumbai Pesisir,35, Rumbai, 25, Limapuluh, 16, Sail, 11, Bukit Raya, 27, Marpoyan Damai,38, Tenayan Raya, 21, Tampan, 33, dan Payung Sekaki berjumlah sebanyak 57 orang.

Dia juga menjelaskan, dari 303 kasus yang disebutkan, lima diantara masyarakat penderita telah meninggal dunia, di Kecamatan Tampan, 2 orang, Marpoyan Damai, 2 dan Bukit Raya, 1 orang. Antisipasi menekan angka DBD menurutnya terus dilakukan, dengan menyebar kader Jumantik.

Sampai akhir tahun 2015, kata Gustiyanti, pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sudah melatih kader Juru Pemantau Jentik (Jumatik) di 58 kelurahan, dengan jumlah total kader Jumantik sebanyak 1450 orang. Di ditempatkan dimasing- masing kelurahan di Kota Pekanbaru dengan jumlah sebanyak 25 kader.

Gustiyanti menyarankan masyarakat Pekanbaru untuk rutin gotong royong dan menggalakkan kebersihan lingkungan guna mencegah bertambahnya jumlah kasus. Bagi masyarakat yang teridentifikasi terjangkit DBD untuk segera berobat ke puskesmas terdekat.
"Jika ada indikasi terjangkit, segera periksakan ke puskesmas, jangan dibiarkan berlarut-larut yang nantinya malah menjadi masalah,” ujarnya.

Ditanyakan apakah Diskes Pekanbaru akan menurunkan tim untuk melakukan fogging di seluruh Kecamatan, pihaknya akan turun ke lokasi-lokasi yang rawan penyebaran DBD. Gustiyanti menjawab hal itu akan dilakukan.

"Iya, kami akan segera turunkan tim agar jumlah kasus DBD tidak terus bertambah banyak. Mudah-mudahan dengan dilakukannya fogging, jentik nyamuk bisa hilang,” tegasnya.

Untuk terus menekan angka DBD, Diskes saat ini menjadwalkan melakukan fogging ke pemukiman warga sesuai dengan Prosesur Tetap (protap) yang ditentukan oleh kementerian kesehatan. Protap juga sudah berdasarkan izin dari Kementrian Kesehatan.***


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar