Di Kecamatan GAS

Komoditi Pinang Penuhi Ekonomi Warga

Foto Bersama- Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda dan Bunda PAUD foto bersama pada kegiatan PAUD di Tembilahan, belum lama ini.

TEMBILAHAN (riaumandiri.co)-Pinang menjadi komoditi perkebunan yang digeluti sebagian masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Buah pinang saat ini harga per kilo masih berkisar Rp10.000 hingga Rp11.000. Hal itu diungkapkan salah seorang pengepul bernama Edi, Selasa (10/5). Menurut penyampaiannya, kestabilan harga jual salah satu komoditi tersebut memang relatif, sehingga ia tidak bisa memastikan bertahannya nilai jual buah pinang tersebut.

"Kalau harga Rp10.000 sampai Rp11.000 ini sejak sekitar beberapa bulan yang lalu," katanya. Sebelumnya, lanjut Edi, harga jual buah pinang di daerah tersebut sempat mengalami penurunan hingga Rp200 per kilo. "Kalau sekarang agak lumayanlah," ungkapnya.

Terkait dengan penilaian rendah tingginya harga jual, Edi menjelaskan, hal itu tergantung dari kualitas dari buah pinang yang dibelinya dari masyarakat atau petani setempat. "Jika pinang itu agak kering dan tua, maka harganya bisa kita bayar Rp11.000 sekilo, tapi jika basah atau yang baru dikupas kulitnya, itu bisa kurang dari Rp11.000," pungkasnya.

Untuk diketahui, selain mengandalkan penghasilan dari buah kelapa, buah pinang ini dinilai sangat membantu perekonomian para petani di daerah tersebut. Pasalnya, para petani setempat lebih memilih mengolah buah pinang menjelang hasil kelapa bisa dipanen.(dan)




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar