Hukrim

Semua Pihak Harus Kembangkan Potensi Kepulauan Meranti

Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim mendukung program Fire Free Village Program (FFVP) atau Program Desa Bebas Api yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Said Hasyim mengatakan, Kepulauan Meranti memiliki potensi alam yang banyak, seperti sagu, karet, kelapa dan lainnya. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan masyarakat, karena masih banyaknya keterbatasan, baik infrastruktur di desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

 


Untuk itu, Wabup mengimbau semua pihak untuk mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kepulauan Meranti. Termasuk pihak swasta, sehingga dapat mengembangkan kabupaten yang baru berumur delapan tahun ini.Wabup mencontohkan salah satunya, Fire Free Village Program (FFVP) atau Program Desa Bebas Api yang diinisiasi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL GRUP dapat membantu mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti.

 


"Kami mendukung program ini untuk kepentingan masyarakat. Apapun yang dilakukan perusahaan harus bermanfaat kepada masyarakat, seperti program Desa Bebas Api. Salah satu programnya bantuan penyiapan lahan pertanian tanpa bakar," ujarnya, Senin (16/1).Program penyiapan lahan tanpa bakar memberikan solusi kepada masyarakat dalam membuka lahan sehingga kebakaran lahan tidak terjadi. Program tersebut juga dapat membuat perekonomian masyarakat meningkat.

 


"Program ini menurut saya mengedukasi masyarakat dan memberikan pemahaman bahwa membuka lahan dengan membakar itu tidak baik. Adanya bantuan penyedian lahan tanpa bakar membantu masyarakat mengelola lahannya dengan baik sehingga perekonomian mereka dapat terbantu," tuturnya.Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi mengatakan program ini terfokus pada pencegahan membuka lahan dengan bakar. Perusahaan juga menyediakan reward dalam bentuk infrastruktur bagi desa yang berhasil menjaga lingkungannya dari kebakaran lahan.
"Dalam program Desa Bebas Api terdapat ketua tim di desa yang disebut Crew leader.

 

Fung_sinya membantu Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas untuk mensosialisasikan bahaya karhutla. Mereka ini juga ikut patroli untuk mencegah karhutla. Bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya tidak terbakar akan memperoleh reward Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur seperti pembuatan jembatan, sumur bor dan lainnya. Adanya reward dalam bentuk infrasturktur dapat membantu mengembangkan potensi yang ada di desa," tuturnya.

 


Tahun 2016, program Desa Bebas Api, kata Sailal telah membantu masyarakat 18 desa yang merupakan peserta program membuka lahan pertanian dengan menggunakan teknologi pertanian secara mekanis dan manual.

 

 


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar