Gagasan

Capung-Capung Malam di SM Amin

RIAUMANDIRI.co - Baru hitungan menit saja matahari tenggelam, belum lagi beranjak larut, geliat kehidupan malam di sepanjang Jalan SM Amin/Arengka 2 Kota Bertuah mulai memperlihatkan wujudnya.
 
Di sisi jalan ini, kita akan disajikan pemandangan yang seharusnya tidak lazim di Bumi Melayu. Setiap puluhan meter, dengan pakaian super mini mereka mulai menjajakan diri, kelaminnya bukan perempuan, hanya laki-laki yang bersolek.
 
Ternyata, bukan hanya mereka yang meramaikan sisi lain Kota Madani di sepanjang jalan tersebut, dengan sampul tempat pijat, ada yang memberi layanan kesehatan tradisional, itu pengakuannya.
 
Dengan fasilitas lebih nyaman, masih di jalan yang sama, beberapa unit ruko memberi sajian malam yang katanya tempat karaoke. Itu yang bisa dilihat dengan kasat mata, telisik lebih jauh, entahlah.
 
Kepedulian negara tuk keberlangsungan profesi mereka tampaknya juga penuh kesungguhan, berbagai alat negara rutin singgah, hanya singgah lalu pergi, begitu setiap malamnya.
 
Dan di waktu yang sama, di tempat yang tidak terlalu jauh, penyeru kepada zat yang maha besar sibuk tuk memperdalam ilmunya, atau mendekat kepada tuhan dalam renungan malam. Sangkaan mereka mungkin itu cukup membawa ke SurgaNya, atau hanya sekedar klaim.
 
Namun, ada hukum pemilik alam raya yang berlaku. Yakni, seperti cahaya matahari yang menyinari tak pilih kasih, seperti itu juga air bah menyapu apapun yang dilewatinya.
 
Oleh: Alwira Fanzary, S.Sos, Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Lingkar Anak Negeri (LAN) Riau
 
Editor: Nandra F Piliang




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar