Ekonomi

Sumbar tidak Dilibatkan Rencana Investasi Arab Saudi

Menyerahkan Keranjang - Ketua TP PKK Bukittinggi, Yessi Ramlan menyerahkan keranjang belanja bagi perwakilan dasawisma dalam kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dan pencanangan bulan bakti dasawisma di Bukittinggi, Senin (27/2).
PADANG (RIAUMANDIRI.co) - Wacana investasi Raja Arab Saudi, Raja Salman di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, murni inisiatif pihak swasta, tanpa melibatkan pemerintah provinsi setempat.
 
"Kami dapat informasi ada beberapa pengusaha Sumbar yang bertemu dengan utusan Raja Salman. Namun kami tidak tahu siapa dan apa yang dibahas karena tidak dilibatkan," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian di Padang, Senin (27/2).
 
Menurut dia, jika pihak swasta benar-benar serius untuk menggarap sektor pariwisata di Sumbar, pemerintah provinsi tentu akan mendukung karena muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Kalau nanti arahnya ke Pemprov Sumbar, kita akan sambut dan dukung," katanya. Ia juga memastikan tidak ada utusan Pemprov Sumbar yang akan menemui Raja Salman untuk mempresentasikan potensi wisata Mandeh. "Sekarang swasta yang bergerak. Kita persilahkan mereka untuk menyelesaikannya," kata dia.
 
Sebelumnya Minggu (25/2), utusan kerajaan Arab Saudi, Osama Habes berkunjung ke Sumbar atas undangan Minang Development Inconversion (MDI). Ia mendapatkan informasi dan pemaparan tentang Kawasan Wisata Terpadu Mandeh dari Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan Zefnihan dan sejumlah lurah dan camat di Padang.
 
Pemaparan yang dilakukan melalui tayangan video dan foto tersebut cukup menarik minat utusan raja tersebut. Menurutnya memang ada kemungkinan Raja Salman berinvestasi di Sumbar.(ant/ara)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar