Pungutan Naik Dari Rp250 Ribu Jadi Rp2 Juta

Pedagang Pasar Jongkok Mogok Berjualan

Pasar Jongkok Tembilahan sepi setelah para pedagang mogok berjualan.
TEMBILAHAN (RIAUMANDIRI.co) - Tidak seperti biasanya, Pasar Jongkok Tembilahan, Senin (27/2) sore terlihat sepi, tak ada pedagang yang berjualan. Para pedagang Pasar Jongkok memutuskan mogok berjualan hari itu. Mereka protes. Sejak perpindahan pengelola lapak di Pasar Jongkok, pungutan yang dibebankan kepada para pedang melonjak berkali lipat. Semula hanya Rp250.000 pertahun, kini naik jadi Rp2.000.000.
 
Pengakuan salah seorang pedagang, kebijakan itu merupakan ketetapan pemenang tender. "Para pedagang diminta pungutan sebesar Rp2 juta perlapak pertahunnya. Padahal sebelumnya, saat dikelola Asosiasi Pedagang Kaki Lima para pedagang hanya dimintai Rp250 ribu," ujarnya. Tak hanya itu, para pedagang juga keberatan dengan dimintai uang kebersihan Rp5 ribu setiap harinya.
 
"Kami juga dimintai uang kebersihan Rp5 ribu perhari. Padahal sebelumnya dipungut seminggu sekali," lanjutnya. Saat mogok itu para pedagang berkumpul untuk membahas tindakan lebih lanjut.(grc)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar