Sambut Sahabat Kelapa Indonesia

Sekdakab Harapkan Dampak Positif

Sekdakab Inhil, Said Syarifudin bersama Sahabat Kelapa Indonesia.
TEMBILAHAN (RIAUMANDIRI.co) - Pemerintah Kabupaten Inhil mengapresiasi semua pihak yang berupaya meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan petani kelapa. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab Inhil), Said Syarifuddin saat bertemu para pemerhati dan pelaku usaha yang terhimpun dalam Sahabat Kelapa Indonesia, Senin malam lalu di salah satu rumah makan di Kota Tembilahan.
 
Sekdakab mengharapkan, kedatangan para pemerhati ini memberikan dampak positif bagi perkembangan perkelapaan dan kesejahteraan petani kelapa di Inhil. Disebutkannya, Sahabat Kelapa Indonesia mengakui potensi kelapa di Kabupaten Inhil sangat besar dibandingkan dengan daerah penghasil kelapa lainnya di Indonesia.
 
"Pemkab Inhil tentu saja menyambut baik kedatangan para pemerhati dan pelaku usaha yang tergabung dalam Sahabat Kelapa Indonesia ini, sehingga mampu membawa dampak positif bagi perkembangan perkebunan kelapa dan kesejahteraan petani," tukas Said Syarifudin. Kedatangan para pengusaha ini sendiri selain dalam penjajakan menanamkan investasinya di Inhil, mereka berkomitmen untuk mensejahterakan petani kelapa.
 
Kedatangan mereka juga dalam rangka persiapan Kabupaten Inhil sebagai tuan rumah Hari Kelapa Dunia, pada bulan September 2017 mendatang. Kedatangan mereka untuk melihat persiapan-persiapan Inhil menghadapi Peringatan Hari Kelapa Dunia yang akan dihadiri oleh perwakilan dari 18 negara tersebut.
 
Mauridim Simpala dari Sahabat Kelapa Indonesia mengatakan, kedatangan mereka ke Inhil untuk membantu menfasilitasi masyarakat terkait kelapa atau stake holder kelapa, Â seperti pengusaha dan pemerhati kelapa untuk melihat potensi kelapa di Inhil.
 
"Dalam rombongan kami ada beberapa kalangan, seperti pengusaha, baik pengusaha gula, sabut kelapa dan seterusnya dan para pemerhati kelapa. Kami berharap potensi kelapa  Inhil yang sangat besar ini dapat lebih terekspose ke masayarakat Indonesia," sebutnya.
 
Sedangkan Wardoyo dari Asian and Pacific Coconut Community (APCC) menjelaskan, jika APCC adalah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara produsen kelapa di seluruh dunia. APCC saat ini memiliki 18 negara sebagai anggota.
 
APCC bertujuan untuk mempromosikan, mengoordinasi semua aktivitas industri kepala yang berhubungan dengan kesejahteraan petani-petani kecil, juga terlibat dalam pengembangan industri itu sendiri termasuk produksi, pemrosesan dan pemasaran produk-produk yang berasal dari kelapa.
 
Dinyatakan, Inhil sebagai Kabupaten dengan luas kebun kelapa terluas di Indonesia bahkan dunia menyatakan dengan potensi tersebut Kabupaten Inhil sangat layak untuk menjadi tuan rumah Hari Kelapa Dunia.
 
"Peringatan Hari Kelapa Dunia bertujuan untuk membangkitkan kembali kesadaran bahwa pentingnya kelapa di perhatikan, investasi kelapa digalakkan, yang akhirnya kesejahteraan petani kelapa bisa ditingkatkan," katanya.
 
Sementara itu, Charly Angkiriwang dari PT Tulus Agri mengaku sudah 20 tahun fokus di pertambahan nilai kelapa, bagaimana produk kelapa itu disukai masyarakat dan bernilai tinggi. "Saya di sini mewakili pengusaha. Dari pengalaman kami, Â produk kelapa itu bisa dinilai Rp 25-30 ribu perbuah kelapa," ujarnya.
 
Setelah datang ke Inhil,  Ia mengatakan bahwa Inhil memiliki potensi yang sangat besar. "Dengan luas kebun kelapa di Inhil yang lebih luas dari seluruh Kelapa yang ada di India, maka Inhil memiliki potensi yang sangat besar, Apalagi saat ini produk kelapa sangat diminati oleh dunia. Saat ini sudah banyak negara yang kontak kami untuk kerjasama di bidang kelapa ini," lanjutnya.(grc)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar