Nasional

Banjir Landa Kawasan Lubuk Tarok

SIJUNJUNG (RIAUMANDIRI.co) - Bencana banjir melanda kawasan Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, setelah hujan lebat mengguyur hampir seluruh daerah itu sejak, Senin malam(27/3). "Ketinggian air sudah menggenangi permukiman warga sejak dini hari tadi, hingga saat ini sebanyak satu unit jembatan dan satu rumah warga rusak berat akibat derasnya hantaman air sungai yang meluap," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Hardiwan, ketika dihubungi di Sijunjung, Selasa (28/3).
 
Hingga saat ini, lanjutnya, banjir masih merendam sedikitnya sepuluh rumah warga dengan ketinggian air mencapai 80 centimeter dan akses jalan provinsi di kawasan itu menuju Kabupaten Tanah Datar terputus. Terkait nilai kerugian, lanjutnya, belum ada laporan korban jiwa namun beberapa hewan ternak milik masyarakat dilaporkan hilang dan diduga juga terseret derasnya arus air.
 
"Situasi terakhir sudah menunjukkan tanda-tanda banjir akan surut, namun masyarakat tetap diminta waspada karena cuaca buruk diperkirakan masih akan berlanjut dan sewaktu-waktu bisa memicu banjir susulan," katanya. Ia mengatakan, pihaknya juga mendektesi adanya genangan air cukup dalam menggenangi ruas jalan Muaro Sijunjung menuju Lubuk Tarok sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
 
Kami terus berupaya mencapai seluruh lokasi yang terdampak banjir guna memastikan ketersediaan logistik masyarakat korban bencana," kata dia. Sementara itu, menurut salah seorang warga sekitar, Asrul(41), mengatakan bencana seperti itu bukan pertama kalinya melanda kawasan tersebut karena kondisi topografi wilayah itu yang cukup curam dan dilintasi sungai dengan debit air cukup tinggi.
 
"Biasanya air akan segera surut kembali namun kali ini durasinya memang cukup lama," ujar dia. Selain rumah dan jembatan, lanjutnya, puluhan hektare lahan pertanian milik masyarakat juga terendam banjir dan hampir dipastikan kondisi tersebut akan merusak tanaman yang ada. "Sebagian besar yang terkena dampak banjir adalah lahan persawahan sehingga nilai kerugian diperkirakan cukup besar akibat tertimbun bahan material sungai yang terbawa arus," kata dia.(ant/ara)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar