Ekonomi

Tunggakan Pelanggan Pasca Bayar PLN Inhu Capai Rp 3,3 Miliar

Launching Program Migrasi Listrik Prabayar (Listrik Pintar) 100% di Kantor PLN Area Rengat
RENGAT (RIAUMANDIRI.co) - Tunggakan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Rengat untuk Listrik Pasca Bayar di Kabupaten Indragiri Hulu hingga tahun 2017 ini mencapai Rp 3,3 miliar. Untuk itu, kesadaran masyarakat untuk membayar tagihan tersebut perlu ditingkatkan.
 
Manager PLN area Rengat, Joymart Sialoho mengatakan, kesadaran pelanggan listrik membayar tagihan masih rendah. Petugas sudah berupaya menagih. ”Kami tidak henti-henti sosialisasi kepada pelanggan agar taat membayar tagihan listrik,” katanya, Kamis (19/5).
 
Joy menyampaikan, langkah pertama PLN yakni pendekatan persuasif. Langkah itu bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar tidak telat membayar tagihan. Kerugian telat membayar listrik juga disampaikan.
 
Jika dihitung secara nominal, sebenarnya pelanggan yang telat membayar tagihan rugi. Sebab, selain harus membayar tagihan sesuai volume listrik yang dipakai, juga harus membayar denda. Akibatnya, biaya yang harus dikeluarkan lebih banyak. ”Kita sosialisasikan kepada seluruh pelanggan. Kita beri pencerahan,” katanya.
 
PLN juga memberi penawaran kepada warga yang ingin berhemat. Jika listrik pascabayar dinilai boros, masyarakat ditawarkan beralih ke kWh Prabayar. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan bisa diatur.
 
Selain itu dikatakannya, dengan penggunaan listrik pra bayar, maka pelanggan akan terhindar dari pemutusan listrik dan sanksi lainnya. ”Tidak hanya sangat mudah dalam pengoperasiannya. Listrik Prabayar juga merupakan listrik tanpa batas waktu, kapan mau digunakan semuanya bergantung kebutuhan pelanggan/masyarakat, dan token/pulsa listrik tidak akan pernah habis waktu penggunaannya. Dengan keunggulan ini Listrik Prabayar disebut sebagai Listrik Pintar," jelas Joymart.
 
Joy juga menegaskan untuk migrasi dari listrik Pasca Bayar ke Pra Bayar tidak ada biaya dikeluarkan. Biaya Gratis dam akan dilakukan pergantian meteran lama dengan baru dengan system token.
 
Sementara itu Bupati Inhu, Yopi Arianto menyatakan bahwa tolak ukur sebuah pembangunan salah satunya adalah ketersediaan listrik.”Kelistrikan merupakan target utama Pemkab Inhu untuk mewujdukannya, karena karena kelistrikan dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, tegasnya.
 
Menurut Bupati, dengan penggunaan listrik Pra Bayar tentunya akan membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Penerangan Jalan bisa terkelola dengan baik dan manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu camat dan lurah diminta untuk dapat berperan aktif  mensosialisasikan program tersebut.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 19 Mei 2017
 
Reporter: Eka BP
Editor: Nandra F Piliang


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar