Korupsi RTH Tunjuk Ajar Integritas

Mantan Kadis Ciptada Riau dan 2 Tersangka lainnya Segera Disidang

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Tidak lama lagi, mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, akan menjalani persidangan. Hal itu diketahui setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara Dwi Agus ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (16/4/2018).
 
Dwi Agus Sumarno merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Pekanbaru. Selain dirinya, JPU juga melimpahkan dua berkas perkara untuk tersangka Yuliana J Baskoro dan Rinaldi Mugni, yang masing merupakan rekanan dan konsultan pengawas. 
 
"Hari ini kita limpahkan berkasnya ke pengadilan," ungkap salah seorang tim JPU, Fuji Dwi Jona, Senin petang. 
 
Terpisah, Panitera Muda (Panmud) Tipikor PN Pekanbaru, Denni Sembiring, juga membenarkan pelimpahan tersebut. "Memang sudah diterima berkasnya sore tadi. Selanjutnya, kita serahkan ke Ketua PN (Pekanbaru) untuk disusun majelis hakim dan menetapkan tanggal sidang perdana," kata Denni.
 
Dalam berkas perkara tersebut, Denni menyebut ketiga pesakitan itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3, jo Pasal 18 Undang-undamg (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.
 
"Sidang perdana nantinya akan mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan JPU," pungkas Denni.
 
Dwi Agus Sumarno, Rinaldi Mugni dan Yulia J Baskoro merupakan tersangka pembangungan RTH Tunjuk Ajar Integritas yang terletak di eks Kantor Dinas Pekerjaan (PU) Riau Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang menangani perkara tersebut, telah menahan mereka sejak akhir November 2017 lalu.
 
Selain tiga pesakitan itu, Penyidik juga telah menjebloskan tiga tersangka lainnya ke tahanan pada Senin (5/3) lalu. Mereka adalah  Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, Raymon Yundra, tenaga ahli tenaga ahli CV Panca Mandiri Konsultan, Arri Arwin, dan Direktur PT Bumi Riau Lestari, Khusnul.
 
Selain enam tersangka yang disebutkan di atas, perkara ini juga menyeret 12 nama tersangka lainnya, yang masih menghirup udara bebas. Di antaranya, Ketua Pokja ULP Provinsi Riau Ikhwan Sunardi, Sekretaris Pokja, Hariyanto dan anggota Pokja Desi Iswanti, Rica Martiwi, Hoprizal. Selain itu, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.‎ 
 
Penyidikan terhadap dugaan korupsi dilakukan Pidsus Kejati Riau terhadap dua RTH yang ada di Pekanbaru yakni RTH Tunjuk Ajar di Jalan Ahmad Yani yang berdiri di lahan eks Dinas PU Provinsi Riau depan rumah dinas Walikota Pekanbaru dan RTH Puteri Kaca Mayang di Jalan Sudirman.
 
 
Reporter: Dodi Ferdian
Editor: Rico Mardianto


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar