Hukrim

Tiga Jenderal Ikut Deklarasi Anti Hoax saat Apel Besar Riau Damai

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang foto bersama dengan Danrem, Kabinda, Bupati Inhu dan pimpinan partai politik usai deklarasi anti hoax.
RIAUMANDIRI.CO, RENGAT - Danrem 0302 Wirabima Brigjen TNI Sonny Apriyanto dan Bupati Inhu Yopi Arianto memimpin apel besar Riau Damai dan Deklarasi Anti Hoax. Apel dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengat, Selasa (17/4/2018) sekira pukul 16.00 WIB.
 
Kegiatan ini diikuti Kapolda Riau Irjen Pol Nandang SH serta Kabinda Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi,  TNI, Polri, ASN, Ormas, OKP, tokoh masyarakat dan para pimpinan partai politik. Pernyataan anti Hoax dibacakan oleh Plt Sekda Inhu Hendrizal dan juga diikuti oleh pernyataan damai dari Forum Kerukunan Umat Beragama yang dibacakan oleh Lasmi Ismail.
 
Dikatakan Danrem, penyebaran hoax sudah menjadi musuh negara dan musuh agama. Hoax sudah seperti saudaranya fitnah dan menjadi musuh bagi stabilitas negara dan ketenangan di masyarakat.
 
Deklarasi Masyarakat Anti Hoax perlu diambil guna membantu pemerintah dalam memerangi beredarnya hoax. Dengan adanya bantuan dan partisipasi dari masyarakat tentunya akan membantu pemerintah dalam melihat informasi mana yang benar dan mana berita bohong.
 
Sementara itu Kapolda Riau juga mengungkapkan media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. 
 
Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda. Menyadari hal tersebut, sudah banyak kelompok yang secara proaktif mengajak masyarakat agar lebih cerdas menggunakan media sosial.
 
"Seringlah menulis hal-hal positif tentang lingkungan sekitar. Jangan diam dan sibuk pada urusan hal-hal buruk. Tingkatkan level pemikiran kritis sebagai upaya memerangi informasi yang keliru," ujarnya.
 
Menurutnya, berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu itu.
 
"Jika mendapat sebuah berita pastikan terlebih dahulu narasumber, media mana yang mengeluarkan dan baik buruknya jika berita itu disebarkan," tegasnya.
 
Apel kemudian ditutup dengan penandatangan bersama deklarasi damai dan anti hoax oleh seluruh undangan yang hadir dalam apel tersebut  yang diawali oleh Kapolda, Danrem, Kabinda dan Bupati Inhu.
 
 
Reporter: Eka Buana Putra
Editor: Rico Mardianto
 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar