Kunker Tiga Jenderal ke Inhu

Soal Selebaran Provokatif, Kapolda Riau Apresiasi Masyarakat Inhu

Kedatangan Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Sonny Apriyanto dan Kepala Intelijen Daerah Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi disambut anggota Polri dan TNI serta jajaran pemerintahan di Inhu.
RIAUMANDIRI.CO, RENGAT - Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang, MH menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indragiri Hulu. Hal tersebut disampaikannya dalam silaturrahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta ormas dan OKP di kantor Bupati Indragiri Hulu.
 
Ikut mendampingi Kapolda, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Sonny Apriyanto dan Kepala Intelijen Daerah (Kabinda) Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi. Kedatangan tiga Jendral ini dengan menumpangi helikopter yang mendarat di stadion mini Madya Batu Canai.
 
Selain itu, juga hadir Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE, Wakil Bupati Inhu Khairizal, Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari beserta jajaran, Dandim 0302 Inhu Letkol Arh Hendra Rosa beserta jajaran.
 
Aprsiasi itu ia sampaikan atas sikap warga yang tetap menjaga ketertiban dan keamanan atas beberapa kejadian di Inhu seperti penyebaran buku yang mendiskreditkan umat Islam beberapa waktu lalu.
 
"Masyarakat Inhu tidak terpancing dengan penyebaran buku tersebut dan tetap kondusuif antarumat beragama, tidak ada gejolak yang bisa menimbulkan perpecahan antarumat," sebutnya.
 
Menurutnya hal ini bisa terjadi karena adanya koordinasi yang baik antara umat beragama, aparat kepolisian, TNI dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu. "Indragiri Hulu Is The Best," ungkapnya.
 
Dikatakannya, syarat persatuan dan kesatuan yakni bangun jiwa dan raga masyarakat. Dan ini tugas semua komponen, apa pun agama yang dianut.
 
Menyangkut Pilgubri, Kapolda mengingatkan bahwa berbeda pilihan jangan sampai memutuskan persaudaraan. Karena perbedaan adalah warna untuk bisa membuat sesuatu lebih baik untuk dijalani.
 
Selain itu Kapolda berharap kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya, sehingga betul betul mendapatkan pemimpin yang diinginkan dan yang terbaik untuk memimpin Riau 5 tahun ke depan. 
 
Kapolda juga mengingatkan kepada pasanggan calon dan tim, agar jangan sekali-kali melakukan politik uang."Jangan coba-coba lakukan money politic karena itu sudah tindakan kriminal," tegasnya.
 
Ditambahkannya, jika ada politik uang di pilkada ini tentunya akan berdampak tidak baik pada jalannya pemerintahan nantinya. "Apalagi bagi calon yang gagal, tentunya akan menimbulkan masalah lainnya," tandasnya.
 
 
Reporter: Eka Buana Putra
Editor: Rico Mardianto
 
 
 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar