Pilkada

Ini Alasan Poros Indragiri Sepakat Dukung Lukman Edy

Cagubri nomor urut 2, H Lukman Edy foto bersama masyarakat saat kampanye dialogis di Rengat Barat.
RIAUMANDIRI.CO, INHU - Solidnya dukungan kepada Cagubri nomor urut 2, Lukman Edy yang mengusung jargon Cagubri Zaman Now berpasangan dengan Hardianto, politisi Gerindra Riau, ditanggapi serius oleh anggota DPRD Riau Ade Agus Hartanto, SE.
 
Pasalnya, Lukman Edy berasal dari wilayah Indragiri yang meliputi Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu) dan Kuantan Singingi (Kuansing). Lukman Edy yang dikenal dengan panggilan LE itu, berdomisili di Kabupaten Inhil, ibundanya berasal dari Kampung Dagang Rengat dan istrinya berasal dari Kuansing. Itulah salah satu alasan poros Indragiri sepakat dukung LE. 
 
"Hanya pak LE yang berasal dari Indragiri, sudah tidak ada alasan lagi kalau tak mau mendukung pak LE," kata Ade disambut tepuk tangan ribuan masyarakat Inhu saat kampanye dialogis di Desa Pematangan, Kecamatan Rengatbarat, akhir pekan kemarin.
 
Diketahui, banyak prestasi yang sudah diukir oleh Lukman Edy dalam mengharumkan nama Provinsi Riau. Satu dari dua menteri di Republik Indonesia yang berasal dari Riau sejak Indonesia berdiri, adalah Lukman Edy. LE pernah menjabat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di era Presiden SBY. Satu lagi putra Riau yang pernah menjadi menteri adalah Syarwan Hamid. Syarwan pernah menjadi Menteri Dalam Negeri di era Presiden BJ Habibie.
 
"Perjuangan Lukman Edy saat menjadi menteri adalah, menggodok undang-undang desa, di mana undang-undang tersebut memberikan kekuasaan desa dalam menyusun anggaran pembangunan didesa itu sendiri, pembiayaan modal pembangunan di desa bersumber dari APBN, APBD Kabupaten dan APBD Provinsi," ujar Ade.
 
Untuk pembangunan di Riau, pengalaman Lukman Edy sudah tidak diragukan lagi. Pernah menjabat anggota DPRD Riau termuda dengan usia 28 tahun, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dua periode.
 
Bermodalkan regulasi undang-undang desa, Lukman Edy sudah menandatangani kontrak politik dengan lebih 700 desa di Riau. Kontrak politik tersebut selain bentuk komitmen juga merupakan janji politiknya akan menganggarkan Rp1 miliar per desa jika kelak dia terpilih menjadi Gubernur Riau.
 
"Dari calon gubernur yang bertarung, hanya pasangan gubernur nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto yang berani tanda tangan di atas materai atas janji politiknya, janji tersebut merupakan aplikasi dari visi dan misinya," jelas Ade Agus Hartanto, politisi PKB Riau ini. (rls)


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar