Pekanbaru

Soal Kasus Harimau Bonita, KLHK Salahkan Perilaku Manusia

Tim terpadu mengevakuasi harimau bonita yang telah dibius.
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir Wiratno menilai konflik antara harimau sumatera bernama Bonita yang memasuki perkampungan perkebunan sawit hingga menewaskan dua korban disebabkan kesalahan manusia.
 
"Yang salah perilaku manusianya," kata Wiratno dalam jumpa pers keberhasilan penangkapan harimau Bonita di Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/4/2018).
 
Dia mengatakan satwa liar, seperti Bonita tidak akan mengganggu apalagi memasuki perkampungan dan perkebunan sawit hingga menerkam manusia jika tidak terganggu habitatnya.
 
Wiratno mengatakan hal itu berdasarkan sejumlah referensi dan pengalaman dirinya dalam beberapa kali mengatasi konflik manusia dengan harimau.
 
Ia menjelaskan, beberapa penyebab kemungkinan terganggunya satwa liar seperti Bonita adalah ketika habitat si predator itu rusak atau ada keluarga dari satwa tersebut yang mati akibat ulah manusia.
 
"Satwa liar tidak mengganggu kalau tidak ada yang mengganggu dia. Bisa dipastikan itu," ujarnya.
 
Untuk itu, dia mengatakan bahwa penanggulangan konflik harimau dengan manusia seperti yang dilakukan di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir dengan tidak mematikan predator itu menjadi contoh bagi daerah lainnya.
 
Wiratno menuturkan bahwa upaya penanganan Bonita, harimau sumatera betina berusia empat tahun di Kecamatan Pelangiran merupakan atensi semua pihak, termasuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
 
Dia mengakui, pada dasarnya cukup banyak konflik yang terjadi antara harimau dengan manusia di sejumlah wilayah lainnya.
 
Dia meminta agar upaya penanggulangan dengan melibatkan tim terpadu antara BKSDA Riau, TNI, dan Polri serta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diterapkan wilayah lainnya 
 
"Antisipasi ke depan, tim terpadu jalan terus. Saya menduga masih ada konflik-konflik serupa yang akan terjadi dan sudah terjadi di daerah lain. Penanganan ini bisa jadi contoh daerah lain," ujarnya.
 
Kemarin tim terpadu dari kepolisian setempat, Kodim 0314/Inhil, BBKSDA Riau, WWF, dibantu oleh animal communicator seorang asal Kanada, Shakti Wolvers Teeg, berhasil mengevakuasi hewan buas itu dengan selamat.
 
Upaya tidak kenal menyerah dari Tim Terpadu membuahkan hasil. Bonita berhasil ditembak bius di Blok 79 Afdling IV Kebun Eboni PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir. 
 
 
Sumber: Antara
 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar