Pekanbaru

Lakukan Silaturahmi, Forkom Pemred Riau Taja Coffee Morning

Foto bersama setelah mengadakan silaturahmi dalam kegiatan bertajuk Coffee Morning di Hotel Grand Suka, Selasa (24/4/2018).
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Sejumlah pemimpin redaksi media massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Pemimpin Redaksi (Pemred) Riau menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk Coffee Morning, Selasa (24/4/2018). Kegiatan yang ditaja di Hotel Grand Suka Pekanbaru ini, dihadiri oleh Forkopimda Riau dan Kota Pekanbaru, perwakilan Pemkab/Pemko se-Riau, rektor sejumlah perguruan tinggi dan pimpinan serta humas berbagai perusahaan BUMN/swasta di Bumi Lancang Kuning.
 
Kegiatan ini diinisiasi oleh beberapa Pemred media cetak, online dan elektronik yang ada di Riau, di antaranya; Pemred RTV Prasmadino, Ahmad S Udi (Riauterkini.com), M Hapiz (Riau Pos), Hasan Basril (GoRiau.com), Mohammad Moralis (Riaumandiri.co), Doni Rahim (Haluan Riau), Dodi Sarjana (Tribun Pekanbaru), Adlis Pitrajaya (Metro Riau), Dian Alhadi (Cakaplah.com), Budy Satria (Halloriau.com), Fakhrurrozi (Riauonline.co.id), Maswandi (Kepala Biro Antara Riau) dan Kepala Pemberitaan TVRI Riau Bambang Endro. 
 
Sementara, undangan yang hadir dalam diskusi ini adalah, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, perwakilan Polda Riau dan beberapa perwakilan Pemkab/Pemko se-Riau, seperti Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan, Plt Kadis Kominfo Kampar Herry Indra Mulya, Diskominfo Siak, Kuansing, Humas Pemkab Rokan Hilir Husnul dan Kabag Humas Setdaprov Fuadi. Kemudian terlihat hadir Rektor Unilak Dr Hj Hasnati, Rektor UIR Prof Dr Syafrinaldi, Wakil Rektor II Unri Prof Dr Sujianto, Rektor Umri yang diwakili Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Jayus, SSos, MIKom, perusahaan perkebunan seperti Humas Sinarmas Forestry Riau Nurul Huda dan Humas PT RAPP Budhi Firmansyah, PT SRL (Abdul Hadi), BUMD seperti Bank Riau Kepri dan PT BSP (Yuswardi), SKK Migas Wilayah Sumbagut (Harianto Syafri), PT EMP (Zulfan), BUMN seperti PTPN V (Risky Atriansyah), GM PLN WRKR M Irwansyah, Pimpinan CDN Riau dan mitra media lainnya.
 
 
Koordinator Forkom Pemred Riau, Prasmadino di awal acara, selain memperkenal anggota Forkom, juga menyampaikan tentang latar belakang dan tujuan keberadaan forum tersebut. 
 
Dikatakan Prasmadino, Forkom Pemred Riau ini merupakan wadah untuk bersilaturahmi dan berdiskusi bagi pemimpin redaksi media di Riau untuk mendorong terciptanya media yang kredibel, bertanggungjawab, dan melahirkan produk jurnalistik yang berkualitas. 
 
"Forkom Pemred Riau hanyalah wadah untuk bersilaturahmi dan berdiskusi yang lebih intens bagi Pemred media massa untuk kemajuan media dan masyarakat Riau. Ini bukan forum untuk kepentingan politik," terang Dino.
 
Pada acara silaturahmi ini Forkom Pemred memberikan kesempatan kepada seluruh undangan untuk menyampaikan kritikan dan saran terkait dunia pers. 
 
 
Seperti disampaikan Asisten I Setdaprov Riau, Ahamd Syah Harrofie, bahwa saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan media, khusunya media online, membawa beberapa persoalan. Beberapa persoalan keberadaan wartawan yang berasal dari media yang belum terverifikasi. Akibatnya peluang berita-berita hoax banyak yang muncul.
 
Demikian juga disampaikan Dr Hj Hasnati, Rektor Universitas Lancang Kuning. Menurutnya, setiap pemberitaan yang dimuat oleh media, akan memberikan pengaruh kepada lembaga. Untuk itu, menekankan agar setiap ada pemberitaan, khususnya yang negatif, dilakukan klarifikasi.
 
Menanggapi masukan tersebut, Pemred Riauterkini.com Ahmad S Udi mengatakan, saat ini ada aturan yang memperbolehkan narasumber mempertanyakan kompetensi wartawan. Hak yang dimiliki narasumber ini berfungsi untuk menyaring pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar.
 
"Narasumber dari lembaga maupun perusahaan harus tegas. Terutama kepada wartawan yang tidak berorientasi pada pemberitaan," ujar Ahmad.
 
Sementara itu Pemred Goriau.com Hasan Basril yang juga sebagai moderator dalam pertemuan tersebut, menyebutkan bahwa baik pemerintah dan perusahaan diminta juga untuk tidak takut dengan wartawan. Jika sudah takut duluan, tentu dikhawatirkan ada sesuatu yang terjadi.
 
"Jangan takut duluan, lalu memberikan sesuatu ke wartawan. Ini tentu jadi tanda tanya. Kalau seperti ini, nanti akan banyak lagi teman dari wartawan tersebut yang datang," ungkap Hasan.
 
Editor: Nandra F Piliang


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar