Pekanbaru

Diskes Sasar Anak Suku Pedalaman, Targetkan Imunisasi MR 95 Persen di Riau

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir.

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menargetkan 95 persen anak-anak Riau yang ada di seluruh wilayah diberikan imunisasi campak dan Rubella (MR), atau dengan sasaran sebanyak 1.955.659 anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun yang ada di kabupaten/kota.

Program Imunisasi Campak dan Rubella Diskes Riau ini merupakan tahap yang kedua dan akan dijalankan pada bulan Agustus-September 2018. Di mana sasaran pemberian imunisasi MR ini melalui sekolah-sekolah, Posyandu dan Puskesmas. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir, mengatakan, untuk tahap kedua ini, pihaknya juga akan berusaha menggapai pemberian imunisasi MR ini, menyasar anak suku pedalaman seperti Sakai, Talang Mamak, dan Suku Laut. Di mana di lokasi ini memang jarang terjangkau karena lokasi yang cukup sulit untuk dilalui. 

“Kini mereka, anak-anak yang belum diberi imunisasi MR ini sedang didata melalui pusat kesehatan masyarakat setempat. Mereka selama ini kita akui masih hidup dalam ketertutupan, namun untuk target imunisasi MR nasional tahap kedua inilah kita akan ke sana. Mereka juga anak-anak Indonesia yang perlu dilindungi," ujar Mimi, didampingi Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (P2) Diskes Riau, M Ridwan, pada acara workshop kampanye imunisasi MR oleh Diskes Riau, 

Dijelaskan Mimi, di Riau memang terdapat beberapa suku asli yang masih hidup di pedalaman seperti Sakai berdiam di Bengkalis, Talang Mamak bermukim di Indragiri, dan Suku Laut di pulau-pulau terluar Riau berbatasan dengan Kepri. 

Pihaknya juga mengakui belum tahu pasti berapa banyak anak-anak tersebut yang akan diberikan imunisasi MR. Karena selama ini tak ada kajian dan survei, apalagi kendalanya suku pedalaman jarang mau keluar dari lingkungan misalkan Suku Laut, hanya berdiam di perahu.

“Jadi kita juga meminta dari Puskesmas untuk ikut membantu mendatanya, dan sekarang sedang melakukan sosialisasi tingkat kecamatan dengan mengundang bidan dan petugas kesehatan desa karena mereka yang tahu peta suku pedalaman wilayah masing-masing," ungkapnya.

Dijelaskan Mimi, penyakit campak dan rubella ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi anak-anak. Jika telah mengidapnya bisa menyebabkan kecacatan bahkan bisa mencapai kematian. Untuk itulah pemerintah berusaha untuk mengurangi kecacatan dan kematian akibat campak dan rubella ini. 

“Anak-anak yang sudah diimunisasi ini diharapkan bisa sehat, dan mereka bisa terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan cacat dan kematian. Selain itu melalui imunisasi ini juga akan memberikan kesehatan dan produktif,” kata Mimi.

“Ingat, imunisasi ini aman dan tidak berbahaya, selain itu kita juga sudah berkoordinasi dengan lintas sektoral terkait dengan imunisasi ini aman. Mulai dari Dinas Kesehatan, Kementeian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi jangan ragu lagi bagi masyarakat akan keamanan imunisasi MR ini,” tambah Mimi. 

Reporter: Nurmadi


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar