Hukrim

Hasil Labor, Dokter Sebut Korban Demo di Kantor Bupati Kampar Tidak Hamil

Seorang pendemo dirawat di RSUD Bangkinang pasca bentrok dengan Satpol PP.

RIAUMANDIRI.CO, BANGKINANG - Pasca aksi saling dorong antara tenaga RTK dan Satpol PP Kampar mengakibatkan dua orang bernama David Davijul Sekjen Forum Komunikasi Mahasiswa Kampar se-Indonesia (FKMKI) dan Fitriani Winarti (24) salah seorang tenaga RTK yang dikabarkan hamil muda dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Senin (16/7/2018).

Terkait informasi yang menyebutkan korban perempuan tengah hamil muda dibantah dr. Cipta, yang menerima pasien tersebut. Dia menyebutkan, informasi bahwa korban tengah hamil didapat dari kawan-kawan korban yang mengantarkan korban ke rumah sakit.

"Kita kalau memeriksa pasien, kita nanya ke pasien kenapa, pasien datang dalam keadaan sadar, namun karena terbata-bata, kita tanya sama teman pasien yang terdekat dengan korban, mereka ada yang mengatakan korban didorong, ada juga yang bilang ditendang padahal dalam keadaan hamil," ungkap dr. Cipta, Selasa (17/7/2018).

"Setelah saya tanya ke pasien, dia bilang tidak haid selama 2 munggu, pasien juga bilang kalau dirinya pernah kuret di Pekanbaru dua bulan lalu dan yang bersangkutan mengaku saat ini tengah program hamil, namun setelah kita lakukan cek labor yang bersangkutan ternyata tidak sedang hamil," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar bentrok dengan Satpol PP Kampar saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kampar, Senin (16/7/2018). 

Akibatnya dua orang pengunjuk rasa, David Davijul Sekjen Forum Komunikasi Mahasiswa Kampar se-Indonesia (FKMKI) Kampar dan Fitriani Winarti (24) salah seorang tenaga RTK dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang.


Reporter: Ari Amrizal


 


Tags SATPOL PP

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar