Riau

Kerbau Ternak di XIII Koto Kampar Serang Warga

Kondisi Egi Putra saat dirawat di RSUD Bangkinang.

RIAUMANDIRI.CO, BANGKINANG - Binatang ternak seharusnya diawasi oleh si pemilik atau penggembala yang selalu memantau kemana ternaknya mencari makan rumput. Namun berbeda dengan Wilyah XIII Koto Kampar, hewan ternak kerbau terkesan dibiarkan bebas oleh pemiliknya, bahkan saat malam hari , kerbau tidak dimasukkan ke kandangnya.

Hewan ternak yang cenderung liar tersebut akhirnya memakan korban, sepasang suami istri, Samsudin dan Sawiyar warga Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar diserang gerombolan kerbau saat menderes karet di kebunnya yang terletak di Sungai Panisan, Desa Gunung Bungsu, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 08.30 WIB.

Peristiwa tersebut diketahui oleh anak korban yang kebetulan menderes di lokasi yang sama namun hanya dibatasi anak sungai.

"Awalnya anak korban mendengar suara teriakan dari arah kedua orang tuanya menderes dan lansung melihat kedua orang tuanya sudah terkapar tidak berdaya lagi akibat diserang oleh sejumlah kerbau. Dirinya lansung menelepon warga untuk meminta bantuan," ungkap Taslim, salah seorang warga.

Dari informasi yang dirangkum, Samsudin mengalami sesak nafas akibat serangan kerbau tersebut dan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB. Kedua korban mengalami luka jahitan di bagian dada kanan 2 jahitan dan di kaki, serta lecet di beberapa bagian tubuh.

Selang 2 jam, seorang pengendera Sepeda Motor, Egi Putra juga menjadi korban keganasan hewan ternak liar tersebut. Kejadian berawal saat dirinya hendak menuju Desa Batu Bersurat dari Desa Muara Takus dengan menggunakan Sepeda Motor.

"Sekitar jam 8 sesampainya di perbatasan Muara Takus dengan Desa Koto Tuo, melintaslah gerombolan kerbau, awalnya saya bisa elakkan satu ekor namun kerbau tersebut datang banyak sehingga saya tidak bisa menghindar, sehingga saya terjatuh mengalami patah tulang dan dilarikan ke RSUD Bangkinang," ungkap Egi saat ditemui di Ruang IGD Rumah Sakit, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 22.30 Wib.

Insiden ini sangat disayangkan oleh keluarga korban terkait banyaknya kerbau yang seolah tidak bertuan yang berkeliaran sehingga menimbulkan banyak korban.

"Saya meminta Camat XIII Koto Kampar untuk menyurati Kades yang ada di XIII Koto Kampar untuk memberitahu kapada pemilik kerbau agar memasukkan ternaknya ke kendang. Kita juga meminta agar pemilik kerbau bertanggung jawablah, nanti kalau masyarakat tangkap kerbaunya jangan marah-marah," ungkap Adi kesal.

Reporter: Ari Amrizal


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar