Hukrim

Abraham Samad: Fuad-Wawan Punya Segudang Duit, Bisa Suap Petugas Lapas

Abraham Samad

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut ada indikasi dugaan suap di balik 'hilangnya' napi korupsi Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) saat OTT di Lapas Sukamiskin. Ada keterlibatan para koruptor dengan pejabat lapas.

"Ini bukan by accident, tapi ini by design, melibatkan pejabat lapas dengan pihak luar yang terlibat dalam kasus hukum keduanya," kata Abraham dinukil detikcom, Senin (23/7/2018). 

Fuad dan Wawan, kata Abraham, memiliki uang dalam jumlah banyak untuk menyuap pejabat lapas. Duit itu, kata Abraham, bisa digunakan untuk mendapatkan keistimewaan.

"Fuad Amin dan Wawan punya segudang duit. Dengan uang, mereka bisa membeli apa saja, termasuk menyuap petugas agar mendapatkan keistimewaan, termasuk bisa seenaknya keluar dari lapas," tutur Abraham. 

Dari indikasi tersebut, Abraham meminta agar KPK mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat. Bahkan diduga juga ada oknum dari kementerian yang ikut bermain dalam pengadaan fasilitas mewah di dalam sel.

"Investigasi itu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Usut semua pihak yang terlibat. Jangan sampai ada oknum kementerian yang ikut bermain. Seret semua pihak yang terlibat!" ujar Abraham.

Soal keberadaan Fuad, sebelumnya Kemenkum HAM menjelaskan kalau Fuad sedang dirawat di rumah sakit akibat muntah darah. Sementara Wawan sudah kembali ke selnya.

Keduanya bakal dipanggil KPK terkait OTT yang menjerat Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Pemanggilan juga bakal dilakukan pada pihak terkait lainnya.

"Saksi-saksi yang relevan tentu kami panggil nanti. Baik dari unsur pejabat atau pegawai lapas, napi ataupun pihak lain yang terkait," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (23/7/2018).


 


Tags Korupsi

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar