Laporan Langsung Nurmadi dari Madinah

Usai Ibadah Arbain, JCH Asal Riau Sempatkan Berbelanja  

Pusat perbelanjaan dan toko yang ada di Madinah, menjadi incaran jamaah calon haji asal Indonesia. (Foto: RMC/Nurmadi)

RIAUMANDIRI.CO, MADINAH - Tidak lengkap rasnya kalau tak berbelanja jika pergi satu daerah yang dituju. Termasuk saat menjalani ibadah di tanah haram, Madinah. Di sela-sela usai menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia menyempatkan diri untuk berbelanja di toko dan pasar yang ada di Kota Nabi ini. 

Pusat perbelanjaan di Madinah ini tidak jauh dari Masjid Nabawi, hanya berjarak 50 meter dari luar Masjid. Selain itu toko-toko juga berjejer di sekeliling hotel tempat JCH menginap. Tidak hanya JCH Riau yang berbelanja, tapi juga jamaah dari seluruh penjuru dunia.

Seperti dilaporkan Nurmadi, wartawan Riaumandiri.co langsung dari Kota Madinah, Ahad (29/7/2018), di seluruh pusat perbelanjaan yang ada di Madinah, JCH asal Indonesia mendominasi untuk berbelanja. Selain itu juga ada jamaah dari Pakistan, Bangladesh, India, Turki, dan dari negara lainnya. Bahkan jamaah dari Cina juga mulai tampak ramai ikut berbelanja. 

Banyak yang dijual oleh para pedagang yang ada di Madinah, mulai dari baju-baju muslim yang bernuansa Arab, sejarah, parfum khas Arab, tasbih, surban, topi haji, hingga mainan anak-anak juga ada dijual. Selain itu juga ada toko emas dan buah-buahan, dan tidak ketinggalan yang menjadi makanan sehari-hari di Arab, buah kurma. 

Uniknya lagi, para pedagang yang berjualan baik di toko dan pasar tradisional di Madinah, para pedagang menawarkan barang-barang yang dijual dengan berbahasa Indonesia, hanya sesekali berbahasa Arab dan bahasa lainnya. Pembeli pun bisa menawar harga yang ditawarkan, layaknya seperti di Indonesia terjadi tawar menawar harga.

“Ayo, ayo murah-murah. Hanya lima rial, 100 rial empat baju, murah semua. Masuk haji, haji, silahkan. Halal, halal, halal,” kata para pedagang.

Kata-kata inilah yang diucapkan oleh para pedagang kepada para jamaah yang lewat di depan toko dan di pasar. Bahkan mereka tidak segan-segan menarik jamaah yang sedang berjalan untuk masuk ke toko mereka, hanya untuk melihat ataupun membeli. 

Salah seorang pedagang pakaian muslim, saat ditemui mengatakan, kebanyakan yang berbelanja adalah jamaah asal Indonesia. Mereka membeli dua sampai tiga baju. Harga baju muslim berkisar 25-60 rial, atau sekitar 80-250 ribu rupiah. Untuk topi haji 5 buah dihargai 5 rial, sedangkan tasbih berkisar 2-5 rial.

“Banyak orang Indonesia belanja. Kami senang, halal. Semua murah,” kata pedagang ini dengan berbahasa Indonesia. 

Sementara itu, salah seorang JCH asal Riau, Syarif, mengatakan, ada yang kurang rasanya tidak berbelanja di Madinah. Walaupun hanya sedikit sebagai oleh-oleh nanti bagi keluarga, teman, dan sanak saudara yang ada di Tanah Air.

“Ini saya beli tasbih, baju muslim untuk di sini dan dibawa pulang. Tak banyak, hanya sekedar untuk oleh-oleh. Kalau kurma sudah beli saat berkunjung ke kebun kurma,” kata Syarif.

Hal yang sama juga disampaikan oleh jamaah lain, Maimunah jamaah asal Kampar ini membeli oleh-oleh untuk anaknya. Seperti gelang, baju muslim dan lainnya.

“Ingat anak pak, yang penting bawa oleh-oleh dari Madinah. Nanti di Arab beli lagi, tak banyak-banyak, tanda ada saja, untuk anak dan keluarga,” ucapnya.

Yah, bagi jamaah asal Indonesia tidak asing lagi bagi para pedagang yang ada di Madinah. Hampir setiap tahun dagangan mereka yang mendominasi dibeli oleh JCH asal Indonesia. Baik yang lebih dulu sampai di Madinah, maupun jamaah haji yang telah melaksanakan prosesi haji di Mekkah. Jika datang musim haji mereka meraup untung yang berlipat ganda, bila dibandingkan hari-hari lainnya. 


Reporter: Nurmadi
 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar