Polres Kampar Siagakan 2 Tim Urai Macet

Arus Lalin Sumbar-Riau Mulai Meningkat 40 Persen

Arus lalu lintas Riau-Sumbar di wilayah PLTA Koto Panjang.

RIAUMANDIRI.CO, KAMPAR - Masa liburan panjang natal dan tahun baru banyak dimanfaatkan masyarakat Riau berlibur ke Sumatera Barat. Terlihat arus lalu lintas di jalur Riau-sumbar meningkat tajam sejak Jumat (21/12/2018) hingga hari ini.

Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistira, melalui Kasat Lantas AKP Fauzi mengungkapkan, arus lalu lintas naik sekitar 40 persen dari hari biasanya.

Meski terjadi peningkatan yang cukup signifikan, namun arus lalu lintas tetap lancar dan tidak ada titik kemacetan. 

Fauzi menyebutkan, untuk mengatasi kemacetan, Polres Kampar kembali membentuk dua Tim Urai Macet yang selalu siaga untuk mengurai kemacetan.

Tim Urai Macet akan berpatroli menggunakan sepeda motor. Ini agar mempermudah tim menjangkau titik-titik yang rawan macet.

Selain itu ada lima pos pengamanan yang tersebar di dekat SPBU di Kecamatan Siak Hulu, Lapangan Merdeka Bangkinang, Tepung, Pasar Kuok dan di Rumah Makan Kelok Indah Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar atau dekat daerah perbatasan Riau-Sumbar.

Ketika ditanya bagaimana situasi arus lalu lintas di Kabupaten Kampar secara keseluruhan, Fauzi menyebutkan bahwa di beberapa titik yang kemungkinan bisa menyebabkan antrean kendaraan sudah bisa diatasi. Termasuk kerusakan jalan yang amblas di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, sudah ditimbun dan diatasi sehingga arus kendaraan lancar.

"Jalur Riau-Sumbar lancar. Hanya saja ada di Sungai Kuning Tapung yang membuat macet, ini lagi menuju ke sana untuk mengatasinya," ucap Fauzi.

Sementara itu, berkaitan libur Natal dan Tahun Baru, Kepolisian RI juga melaksanakan Operasi Lilin yang digelar selama 10 hari mulai tanggal 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Operasi ini melibatkan 167.783 personel pengamanan, namun untuk 13 Polda prioritas I pelaksanaan operasi dimulai lebih awal 2 hari sehingga pelaksanaanya berlangsung selama 12 hari.

Kapolri melalui Kapolres Kampar beberapa hari lalu mengatakan, peningkatan intensitas kegiatan mayarakat akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional, untuk mengantisipasinya telah digelar upaya cipta kondisi dengan pelaksanaan berbagai kegiatan yang bersifat preventif.


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar