Riau

Berserakan di Tempat Sampah, Hermanus Akui Limbah Medis Milik RS Evarina 

Lurah dan Camat serta sejumlah OPD terkait menggelar rapat di Kantor Lurah Kerinci Timur membahas sampah medis dengan pihak manajemen RS Evarina. (Foto: RMC/Pendi)

RIAUMANDIRI.CO, PANGKALAN KERINCI - Limbah medis milik Rumah Sakit (RS) Evarina, salah satu rumah sakit swasta terbesar di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, ditemukan warga di tumpukan sampah medis di lingkungan padat penduduk, Ahad (10/2/2019) sore.

Atas temuan ini, pihak RT setempat langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kelurahan dan saat itu juga warga dan Lurah Pangkalan Kerinci Timur menuju ke RS Evarina untuk meminta pertanggung jawaban atas limbah beracun tersebut. Warga tidak bisa terima kenapa limba ini bisa berada di tumpukan sampah di kawasan padat penduduk, tepatnya di tepi Jalan Engku Raja Lela Putra Pangkalan Kerinci Timur.

Namun karena sang manajer RS Evarina tidak berada di temat saat itu, akhirnya pertemuan ditunda sampai Senin (11/2/2018) ini dengan dihadiri oleh Camat Pangkalan Kerinci Dodi dan beberapa OPD terkait di Kantor Kelurahan Kerinci Timur. Saat pertemuan ini, pihak RS Evarina yang diwakili oleh Hermanus selaku Humas rumah sakit mengakui kalau limbah tersebut milik rumah sakit mereka.

"Iya kita akui kalau limbah itu milik rumah sakit kita. Tapi itu limbah menurut kita bukan limbah medis melainkan limbah non medis," ungkap Hermanus di kantor lurah saat diwawancara oleh sejumlah awak media, Senin (11/2/2018).

Diterangkan Hermanus, limbah yang ditemukan itu di antaranya, sarung karet tangan, kantong darah dan sejumlah pembungkus alat suntik, itu bukan limbah medis melainkan non medis.

"Pak, untuk limbah di rumah sakit kita sudah ada yang mengaturnya dan memilah-milah. Artinya untuk limbah non medis sudah ada yang mengambil dari DLH dan limbah non medis dipisahkan tersendiri dan dikumpulkan untuk dimusnahkan oleh pihak ketiga yakni dari transporter setelah limbah yang kita simpan sudah penuh untuk diangkat," jelas Hermanus.

Hermanus juga menyapaikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dirinya akan menelusuri siapa yang melakukan hal ini di tingkat internal mereka.

Sementara itu menyikapi hal ini, Lurah Pangkalan Kerinci Timur Edi Arifin menyampaikan, pihaknya akan tetap meminta pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut. Ini sudah menjadi laporan ke pihak OPD terkait untuk proses kelanjutanya. 

Tak hanya itu saja, Edi juga mengatakan, bukti sampel limbah yang ditemukan saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk ditindaknlanjuti. 

Reporter: Supendi

 




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar