Riau

Penjara 1,5 Tahun atau Denda Rp5 Miliar Menanti Pembakar Lahan

Danramil 02 Tebing Tinggi Mayor Irwan

RIAUMANDIRI.CO, MERANTI - Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) di Provinsi Riau sudah sangat meresahkan karena berpotensi menimbulkan bencana kabut asap. Untuk itu agar tidak terjadi Danramil Selatpanjang Mayor TNI Irwan dan Pemkab Meranti mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan dan melaporkan jika melihat terjadi Karhutla.

"Saya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun karena berpotensi menimbulkan bencana. Jika tetap membandel akan ditindak tegas," ujar Danramil Selatpanjang didampingi Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, disela pelaksanaan Upacara Hari Pramuka di kantor Bupati, Senin (19/8/2019).

Ancaman yang dapat dikenakan kepada pembakar lahan, seperti dijelaskan Danramil sangat berat mulai dari sanksi penjara hingga denda miliaran rupiah.

"Jika kedapatan membakar lahan maka yang bersangkutan dapat dikenakan pidana penjara 1.5 tahun penjara atau 18 Bulan, selain pidana juga denda 5 miliar rupiah," jelas Mayor Irwan.

Untuk itu, ia meminta masyarakat berhati-hati dan tidak membakar lahan atau membuka lahan dengan cara memerun karena 90 persen penyebab dari kebakaran pahan dan hutan dikarenakan ulah manusia.

Menyikapi hal itu, Danramil mengeluarkan 3 maklumat yakni jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan melakukan merun dimusim kemarau ekstrim saat ini, dan terakhir hati-hati saat melakukan aktifitas di hutan jangan membuang puntung rokok membuat api unggun sembarangan.

Danramil Selatpanjang berharap masyarakat dapat mengikuti perunjuk tersebut, karena lebih baik menanggulangi ke bakaran sejak dini daripada memadamkan api.

"Jika sudah terjadi kebakatan semua akan rugi, kesehatan terganggu anak-anak tidak bisa sekolah dan bekerja, jadi mari jaga lahan milik kita dari kebakaran sebelum terjadi bencana," pungkasnya.

Reporter: Tengku Harzuin.


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar