Ekonomi

Asita Riau: Kunjungan Wisatawan Anjlok hingga 50 Persen

Ketua Asita Riau, Dede Firmansyah

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Ketua Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Riau, Dede Firmansyah mengatakan, bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berdampak pada turunnya jumlah tamu hotel dan wisatawan ke Riau.

Dede mengaku sudah mendapatkan aduan dari anggota Asita terkait turunnya jumlah wisatawan yang datang ke Riau selama bencana asap menerpa. Bahkan, penurunan itu mencapai 50 persen.

"Yang jelas, kita lihat dari hotel-hotel yang ada memang mengalami penurunan tamu, atau istilah mereka 'berdarah-darah'. Apalagi (kabut asap) ini kan sudah dua bulan," kata Dede kepada Riaumandiri.co, Kamis (19/9/2019).

Tak hanya berdampak pada sektor perhotelan, agen travel juga mengalami penurunan penumpang sejak dua bulan terakhir. 

"Sejauh ini dampaknya juga terjadi penurunan penjualan tiket. Laporan sih ada, tapi saya belum tahu pasti berapa persen persisnya penurunan tersebut. Tapi yang jelas teman-teman masih survive," kata dia.

Lebih lanjut Dede menjelaskan, pada kurun Agustus jumlah penumpang dengan tujuan keluar daerah mengalami peningkatan dikarenakan banyak warga Riau mengungsi ke daerah lain.

Meskipun begitu, menurut Dede pusat perbelanjaan di Pekanbaru tetap ramai dikunjungi masyarakat.

"Yang pasti saya lihat mal masih ramai. Apalagi kalau orang Sumbar ke Pekanbaru biasanya ke mal," ujar Dede.

Dede berharap Pemerintah Provinsi Riau bisa secepatnya mengatasi bencana karhutla ini agar dampaknya tidak semakin meluas. 

"Disegerakan saja penuntasan karhutla ini dengan dana APBD yang ada, atau kalau ada dana lain yang bisa digunakan ya digelontorkan saja," kata dia.

Untuk diketahui, hingga sore tadi konsentrasi PM 10 menunjukkan angka 389,85 ugram/mg3 yang berarti sudah berada pada level berbahaya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menambah jumlah pasukan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan yang sebelumnya 5.800 menjadi lebih dari 6.000 personel.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan, penambahan jumlah pasukan ini sebagai penanganan cepat bencana asap.

"Jumlah pasukan yang disebar 6000 lebih, ada penambahan kemarin dari TNI/Polri, Tagana, Masyarakat Peduli Api, dan ada juga dari Manggala Agni. Semua sedang bekerja bahu membahu di lapangan," kata Edy, Rabu (18/9).

Reporter: Rico Mardianto


Tags Ekonomi

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar