Riau

Temui Balita dan Lansia di Sabak Auh, Bupati Alfedri Sampaikan Sejumlah Pesan Kesehatan

RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Bupati Siak Alfedri di hadapan ratusan Kader Lansia dan Balita se-Kecamatan Sabak Auh mengatakan, para kader merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program kesehatan ke masyarakat. 

Saat ini yang menjadi isu pemerintah, kata Bupati, adalah anak kurang gizi dan stunting atau suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur yang menyebabkan anak tumbuh tidak normal.

"Berikan anak-anak kita makan ikan dan telur yang mengandung protein, perhatikan gizi anak mulai dari kandungan. Jangan sampai mereka kurang gizi. Harapkan kita generasi kita ke depan tangguh dan cerdas," kata Alfedri di Sabak Auh, Sabtu (28/9/2019).

Bupati sangat senang bisa hadir memberikan pencerahan kepada ibu-ibu posyandu dan balita se-Kecamatan Sabak Auh. Ia juga meminta jika ditemukan anak yang kurang gizi segera dilaporkan. 

"Anak-anak tidak boleh kurang gizi. Kalau mendapat informasi tolong laporkan, agar kita tangani," ungkapnya. 

Alfedri juga mendorong bagi ibu-ibu kader posyandu agar berinovasi, dengan menggerakkan UMKM, mulai dari membuat kerajinan, anyaman dan usaha lain seperti jualan kue dan produk makanan lain melalui online.

"Saya mendorong kader lansia dan balita berinovasi, dengan mengembangkan produk UMKM. Zaman sekarang memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan hasil produk kita ke publik, menjadi penghasilan tambahan bagi kita," ungkapnya.

Pada kesempatan itu Bupati Alfedri juga menyampaikan, pemerintah berupaya mengurangi angka kematian ibu melahirkan, kurang gizi dan stunting. Melalui program dan regulasi, yang tujuannya agar derajat kesehatan terus mengalami peningkatan, dan masyarakat dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan.

"Inovasi alarm persalinan yang dibuat oleh Puskesmas Kerinci Kanan, Siak, akan kita upayakan dapat online dan bisa diakses di semua puskesmas, bidan dam masyarakat. Dengan demikian kalau ada ibu hamil bisa terpantau terus. Harapan kita inovasi ini dapat menekan angka kematian ibu hamil dalam persalinan di Kabupaten Siak," terangnya.

Di akhir sambutannya, Alfedri berpesan para ibu kader sudah mulai mengurangi penggunaan kemasan plastik. Sampah plastik dibuang ke tanah tidak bisa terurai oleh tanah, jika dibuang ke laut atau sungai di makan ikan, sampah tersebut tidak terurai di perut ikan, kemudian dikonsumsi manusia dalam jangka waktu lama.

"Ini lah salah salah satu penyebab stunting, dan ditambah buruknya sanitasi," tutup Alfedri.


Reporter: Darlis Sinatra


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar