Nasional

Situasi Jakarta Belum Normal, Gubernur Anies Batal Pergi ke Denmark

Anies menyambut kembalinya 79 anggota Satgas Terpadu Penanggulangan Bencana Karhutla Pemprov DKI Jakarta

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan bertolak ke luar negeri, Senin (7/10) pekan depan. Namun Anies mengurungkan agenda tersebut karena situasi Jakarta belum stabil.

Sejak pekan lalu, unjuk rasa bahkan berujung kerusuhan kerap terjadi di Jakarta. Meskipun dua aksi mahasiswa dan buruh terakhir pada Selasa (1/10) dan Rabu (2/10) berakhir damai, Anies menganggap situasi di Jakarta belum sepenuhnya normal.

"Situasi keamanan dan ketertiban masih belum sepenuhnya baik (stabil), maka saya putuskan untuk tidak berangkat dan tetap berada di Jakarta," ujar Anies di gedung DPRD DKI, Kamis (3/10/2019).

Anies rencananya pergi ke Copenhagen, Denmark untuk menghadiri acara C40 World Mayors Summit yang digelar 10-11 Oktober. Menurutnya, acara itu membahas masalah lingkungan hidup bersama para wali kota negara lain.

"Karena dunia melihat kepada Jakarta, ada melihat masalah tentang lingkungan, kualitas udara, dan sebagainya," kata Anies.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Pemprov DKI, Anies diagendakan melakukan beberapa hal dalam kunjungannya ke luar negeri.

Kegiatannya di sana pertama adalah,  menjadi pembicara pada sesi khusus untuk para pemimpin kota.

Kedua, melakukan deklarasi Clean Air Cities Declaration bersama Walikota Paris, Los Angeles, Bercelona, Copenhagen, Delhi, dan Portland.

Ketiga, bersama 19 pemimpin kota dunia lain  melakukan diskusi terbatas dengan Al Gore, mantan Wakil Presiden AS.

Keempat, melakukan beberapa rapat bilateral dengan pemimpin kota, termasuk sister cities.


Tags Nasional

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar