Pendidikan

288 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Hukum, Prosesi Yudisium Kental Nuansa Melayu

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning menggelar Yudisium Sarjana Hukum periode LIX di gedung Aula Pustaka Unilak, Kamis (3/10/2019).

Hadir Rektor Unilak Dr Hj Hasnati serta guru besar Unilak Prof Dr Sudi Fahmi, Dekan Fakultas Hukum Dr H Iriansyah, Wakil Dekan I Dr Suhendro, SH, MHum, Wakil Dekan II Dr Sandra Dewi, SH, MH, Wakil Dekan III Dr Fahmi, SH, MH. Turut hadir ikatan alumni, mitra, dosen dan pegawai.

Sebanyak 288 peserta yudisium Fakultas Hukum Unilak resmi bergelar sarjana hukum, setelah dikukuhkan dalam sidang dipimpin oleh Dr Iriansyah, SH, MH.

Prosesi yudisium kental dengan nilai-nilai budaya Melayu. Diawali dengan silat, pantun, kemudian diiringi tarian persembahan. Selain itu peserta yudisium pria menggunakan teluk belanga dipadu songket dan yang perempuan menggunakan baju kurung. 

Prosesi yudisium berlangsung lancar. Ke-288 dipanggil satu per satu dan kemudian dipasangkan samir oleh Wakil Dekan I Dr Suhendro, dan diberikan SK kelulusan oleh Dr Sandra Dewi. 

Pemuncak yudisium diraih oleh Megasari dengan IPK 3,90 dan mendapatkan penghargaan dari fakultas yang diserahkan oleh Wakil Dekan III Dr Fahmi.

Dekan Fakultas Hukum Dr Iriansyah 
dalam sambutannya, mengatakan selamat kepada yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.

Dari segi jumlah, katanya, ini adalah jumlah terbanyak pelaksanaan yudisium selama 20 tahun.  

Ditambahkan Dekan, peran alumni memiliki kontribusi besar bagi fakultas untuk meningkatkan kualitas, dan ini sering ditanyakan oleh asesor. 

"Kita bersyukur hukum dapat mempertahankan akreditasi A. Semoga diikuti oleh prodi-prodi lainnya. Saya juga  berpesan untuk terus melanjutkan pendidikan magister hukum di Unilak," ujar Dekan 

Sementara itu, Rektor Unilak Dr Hj Hasnati  meminta agar lulusan bisa menjadi sarjana hukum multidimensional, yakni sarjana dengan kualitas mental, moral, dan intelektual yang unggul, siap dan sigap dalam menghadapi tantangan. Terlebih di era revolusi industri 4.0. 

Ia juga meminta para sarjana berpegang teguh pada tujuh nilai Unilak.

"Apapun yang saudara lakukan di luar sana akan berimbas kepada Unilak, perbuatan baik dan kurang baik akan berimbas. Kiranya saudara dapat menjaga nama baik almamater. Membesarkan perguruan tinggi tidak mudah, semua perguruan tinggi bersaing saling berkebutan demi memajukan perguruan tinggi," sebut Rektor.

Di yudisium Rektor Unilak memberikan  penghargaan kepada dosen dan pegawai yang telah mengabdi di Fakultas Hukum selama lebih 30 tahun, yakni kepada Dr. Iriansyah dan Ermawati.



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar