Pendidikan

SMK Pertanian Riau Bersiap Menuju Sekolah Pencetak Wirausaha

Rombongan guru dan siswa SMKN Pertanian Pekanbaru di depan E-Dotel, salah satu unit usaha perhotelan SMKN 3 Pekanbaru, Selasa (15/10/2019).

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Pertanian Terpadu Provinsi Riau, Pekanbaru terus berbenah menyempurnakan pelaksanaan pendidikan. Salah satu yang saat ini tengah dikerjakan adalah persiapan menuju predikat Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW). 

Di antara kegiatan yang dilaksanakan untuk merealisasikan program tersebut adalah dengan melakukan kunjungan ke SMKN 3 Pekanbaru, yang telah lebih dulu aktif di program SPW tersebut. Selain mempersiapkan tim produktif dan kewirausahaan, baik tim guru maupun siswa.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau, Dra Sudarti MM menegaskan Program Sekolah Pencetak Wirausaha adalah sinergi antara PSMK dan SEAMEO SEAMOLEC dengan model pengembangan pembelajaran berdasarkan praktik usaha berbasis pengukuran omzet. Program ini dilaksanakan dengan metode pendampingan secara terpadu dengan pola jarak jauh menggunakan TIK.

"Jadi program SPW ini dilaksanakan melalui integrasi mata pelajaran kejuruan SMK yaitu Simulasi dan Komunikasi Digital, juga pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan," ungkapnya, Rabu (16/10/2019), dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, program kewirausahaan merupakan salah satu priotitas SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau karena memiliki dampak yang signifikan terhadap karakter siswa yang merupakan satu dari beberapa tujuan pendidikan di SMK. Program kewirausahaan membentuk karakter wirausaha pada diri siswa, selain memfasilitasi bakat wirausaha sesuai dengan minat siswa.

"Kegiatan kewirausahaan yang kita giatkan juga akan mengukur hasil usaha dengan tolak ukur produktivitas dan rupiah yang dihasilkan" ujarnya. 

Hal senada diungkapkan salah satu tenaga pendidik SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau, Syafrina, terkait pentingnya program SPW. "Inilah kenapa kita melakukan studi banding ke SMKN 3 Pekanbaru, Selasa kemarin, untuk melihat, mempelajari, melaksanakan dengan memodivikasi sesuai dengan potensi dan karakteristik SMKN Pertanian," ungkapnya. 

Syafrina menegaskan, dalam realisasinya program SPW ini melibatkan siswa-siswi yang sudah memiliki usaha, baik online maupun konvensional. 

"Siswa adalah pemilik usaha dari proses pemasaran dan pengelolaan usaha dikelola siswa sendiri, bukan unit bisnis jasa yang dikelola oleh guru atau jurusan," ungkapnya lagi.  

Demikian juga dengan guru yang akan dipilih menjadi pembimbing diutamakan guru yang memiliki usaha. 

Terkait kriteria usaha yang dijalankan oleh siswa, tambahnya, sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki siswa. Siswa diperbolehkan memasarkan produk dan jasa lintas keahlian, sesuai minat dan hobi yang memilki nilai ekonomi.

"Jadi nantinya usaha itu dikelola oleh siswa, baik proses pemasaran dan pengelolaan keuangan," pungkasnya.*
 




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar