Nasional

Bekraf Dilebur, Begini Komentar Ernest dan Panji 

Panji dan Ernest saat syuting film Rudy Habibie di Museum Mandiri Kota Tua. (Adrian Putra/bintang.com)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA  - Presiden Joko Widodo memutuskan meleburkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam Kementerian Pariwisata. Hal itu disampaikan saat ia memperkenalkan secara resmi untuk pertama kalinya para pembantunya dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada Rabu (23/10/2019) pagi di Istana Merdeka.

Keputusan tersebut disambut pro dan kontra oleh warganet di Twitter. 'Ekonomi Kreatif' terpantau masuk trending topic Twitter Indonesia hingga Rabu (23/10) siang.

Penulis sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi salah satu yang turut mengomentari perubahan nomenklatur tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan plot twist yang dibuat Presiden Jokowi meski pelaku industri kreatif selama ini mendukung pemerintahannya.

Akun @ernestprakasa menulis "Para pelaku industri kreatif rame2 dukung Jokowi. Hadiahnya: Badan Ekonomi Kreatif pun lenyap. Terimakasih banyak Pak @jokowi buat plot twist-nya."

Dalam cuitannya, Ernest menyatakan menangani pariwisata dan industri kreatif bersamaan bukan tugas yang mudah, walaupun hal tersebut dipercayakan kepada Wishnutama Kusubandio.

"BEKRAF dilebur ke Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. “KOK PROTES, KAN TETEP ADA!?” Gini, pariwisata itu potensial tp blm tergarap dengan baik. Butuh fokus & anggaran yang besar. Ekraf itu punya 16 sub-sektor, PDB 2018 nya 1,100 trilyun. Digabung? Ya gak akan maksimal."

"Jadi bagaimana mungkin digabungnya dua hal besar tadi, Pariwisata + Ekonomi Kreatif, membuat gw optimis sama keseriusan Pak @jokowi untuk mengembangkan potensi Pariwisata dan juga Ekonomi Kreatif? ????"

Namun, ia tetap mengucapkan selamat bertugas kepada tim baru pemerintahan Presiden Jokowi di akhir utas.

Tak hanya Ernest, komika Pandji Pragiwaksono juga turut berkomentar mengenai BEKRAF. Di Twitter, ia memberikan apresiasi sebagai komentar atas cuitan Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi BEKRAF Ari Juliano Gema di Twitter.

Tak lama setelah pengumuman nama menteri, akun resmi Twitter BEKRAF pamit undur diri. Mereka meminta maaf atas kesalahan dan kekurangan selama ini. Cuitan itu diunggah bersama Kepala BEKRAF Triawan Munaf dengan nuansa hitam putih.

Badan Ekonomi Kreatif @BekrafID "Resmi sudah, kami berganti. Mohon pamit menonaktifkan akun ini, hingga pemberitahuan lebih lanjut. 
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dan terima kasih atas segala perhatiannya selama ini. #BekrafPamit"

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dibentuk semasa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Badan ini berada satu level di bawah kementerian, dan berfungsi memperkuat sektor ekonomi kreatif, termasuk perlindungan bagi karya kreatif seniman Indonesia.

Di awal pembentukan, Bekraf disebut memiliki deputi yang bertanggungjawab untuk riset edukasi dan pengembangan, akses permodalan, pemasaran, fasilitas HAKI, direktorat Hubungan antar lembaga dan wilayah, dan infrastruktur.

Sementara itu, bidang kreatif yang akan menjadi tanggungjawab badan ini antara lain aplikasi dan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi vidual, desain produk, film, fesyen, animais video, fotografi, kriya dan kuliner. Selain itu, ada juga bidang penerbitan, periklanan, pertunjukan seni rupa, televisi dan radio.

Triawan resmi menduduki jabatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9/P/2015 tentang pengangkatan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Ia mendapat hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

Di bawah kepemimpinannya, Bekraf sempat menjalin kerja sama dengan penyelenggara festival musik South by South West (SXSW). Bekraf membantu dana beberapa musisi dan peserta pameran di SXSW.

Bekraf juga pernah bekerja sama dengan Torino Film Lab di tahun 2016 melalui program FeatureLab dan ScriptLab yang akan menempatkan dua tim perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti residential workshop di tiga negara.**
 




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar