Ekonomi

Ketua FKWI Gandeng LPK8 Yan Ekhsan Dobrak 4 Pasar Komoditi Kelapa Berskala Ekspor

Debi Candra Shr, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Inhil dan Yan Ekhsan.

RIAUMANDIRI.ID, TEMBILAHAN - Keluh kesah yang selalu menghantui dan dirasakan petani kelapa di Indonesia dan khususnya Kabupaten Indragiri Hilir adalah harga kelapa yang selalu rendah.

Hal tersebut tidak terlepas dari pasar atau market untuk penjualan hasil pertanian kelapa yg selama ini masih menganut paradigma lama yaitu menjual bahan mentah yang ditampung oleh perusahaan yang multi dan sudah berdiri di Kabupaten Indragiri Hilir.

Solusi untuk meningkatkan nilai harga jual kelapa di Indragiri Hilir saat ini adalah market ataupun mengolah kelapa menjadi bahan setengah jadi atau turunan dari kelapa tersebut.

Turunan kelapa yang pengolahannya sederhana dan mudah tanpa mengeluarkan modal besar bahkan sangat berpeluang bisa dilakukan petani saat ini adalah pengolahan Kopra Putih, Kopra Asalan dan Arang, yang mana dengan pengolahan turunan kelapa tersebut dapat menaikkan nilai jual kelapa.

Hal tersebut disampaikan Debi Candra Shr, SSos selaku Ketua Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI) sekaligus pemerhati kelapa yang sudah berjalan selama 6 tahun. Menurutnya, peningkatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan nilai jual kelapa ditentukan oleh market dan pemberdayaan kepada petani dan masyarakat Indragiri Hilir yg terkenal dengan julukan hamparan kelapa dunia.

"Market ataupun penjualan Kopra Putih, Kopra Asalan dan Arang dalam beberapa bulan ini sudah kami tembuskan untuk penjualan dengan nilai yang kompetitor dan bersaing, mudah-mudahan bisa membantu ekonomi kerakyatan masyarakat ataupun petani kelapa di Indragiri Hilir," ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Pada kesempatan yang sama, LPK8 Yan Ekhsan selaku Produsen dan Pelatih kopra putih juga mengatakan hal senada, dengan adanya market hari ini mudah-mudahan petani di Indragiri Hilir bisa terbantu untuk meningkatkan ekonominya.

Yan Ekhsan juga mengatakan siap memberikan edukasi kepada masyarakat Indragiri Hilir untuk belajar cara pengolahan sebagai program pemberdayaan. "Jika pemerintah baru sebatas program, kami mampu membuktikan pemberdayaan dan penjualan yang berstandart eksport bersama bung debi," ujar Ekhsan yang merupakan mantan pelatih bola tersebut.


Reporter: Ramli Agus


Tags Inhil

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar