Ditinjau Kapolres 

Kondisi Sekolah Marginal di Meranti, Beratap Daun Sagu, Dinding pun Mulai Rapuh

Kapolres Meranti, AKBP Taufiq Lukman Hidayat saat mengunjungi Sekolah Marginal di Meranti. (Riaumandiri.id/Tengku Harzuin)

RIAUMANDIRI.ID, MERANTI - Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Hidayat, SIK, MH didampingi Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda AGD Simamora, SH, MH, mengunjungi Sekolah Marginal yang terletak wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Kedatangan rombongan Kapolres kelima di Kota Sagu itu, guna menyapa siswa dan siswi yang ada di sekolah tersebut.

“Kita dalam rangka silaturahmi, mengunjungi SDN 16 Marginal di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat,” ujar Kapolres yang disampaikan Kapolsek Tebing Tinggi Barat kepada Riaumandiri.id, Selasa (5/11/2019).

Tampak hadir menyambut rombongan Kades Tanjung Peranap, Aswandi, Kepala 16 Desa Tanjung Peranap Rohana, majelis guru SDN 16.

Dikatakannya, pihaknya meninjau Sekolah Marginal tingkat SD 16 yang berlokasi di Jalan Sidodadi Dusun II Desa Tanjung Peranap ini, juga untuk menyapa dan memberi motivasi para siswa di ruang kelas.

Dalam kunjungan ini terungkap bahwa ternyata gaji guru honorer di SDN 16 Desa Tanjung Peranap hanya senilai Rp125.000 dan itupun dibayarkan per tiga bulan.

“Sekolah Marginal yang dikunjungi Kapolres sangat memperihatinkan. Kondisi ruang kelas dan lainnya, sangat tidak memadai, belum lagi honor yang didapat oleh para guru, sangat jauh dari harapan," jelas Kapolsek.

Bangunan sekolah masih terbuat dari papan, tanpa jendela, lantai pun dari papan. Kondisinya memang tidak layak untuk dikatakan sebuah sekolah. Apalagi ini dirasakan oleh anak-anak yang seharusnya mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

“Setelah kami melakukan tanya jawab kepada kepala SDN 16, ternyata gaji guru di sini hanya berjumlah seratus dua puluh lima ribu, yang dibayar per tiga bulan sekali. Dan jumlah guru PNS sebanyak 3 orang, tenaga honorer 6 orang dengan jumlah murid sebanyak 65 orang,” ungkapnya.

Ditambahkan, walaupun dengan kondisi sekolah yang belum optimal namun dirinya berharap tingkat belajar anak-anak selalu yang terbaik dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat.

“Anak-anak sekalian, giat lah dalam belajar dan tingkatkan ilmu. Agar kedepannya kalian menjadi orang-orang yang berguna bagi kedua orang tua, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sekedar informasi, SDN 16 Marginal di Desa Tanjung Peranap ini, beratapkan daun sagu, dengan berdindingkan papan dan sebagian sisi sudah mulai rapuh.

Sementara itu, tingkat anak-anak dalam belajar untuk menuntut ilmu sangat tinggi, serta mereka tidak pernah mengeluh dengan kondisi sekolah yang seperti itu.

"Hal ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah daerah, agar mendapatkan fasilitas yang layak untuk dijadikan tempat belajar," ucap Kapolsek.


Reporter: Tengku Harzuin



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar