Ekonomi

Aktivitas Ekspor Impor Cangkang di Pelabuhan KITB Kabupaten Siak Masih Lancar

Kegiatan ekspor impor cangkang di Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) tetap berjalan seperti biasa. 

RIAUMANDIRI.ID, SIAK - Meski Jalan Nasional menuju Pelabuhan Industri Buton terputus sepanjang 50 meter beberapa hari lalu, kegiatan ekspor impor cangkang di Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) tetap berjalan seperti biasa. 

Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak Arifadilah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad (10/11/2019).

"Untuk saat ini kegiatan bongkar muat ekspor impor cangkang yang ada di Pelabuhan KITB masih berjalan lancar," ujar Arifadilah.

Setakad ini, katanya, ketersediaan bahan cangkang bagi setiap perusahaan yang ada di KITB masih mencakupi. 

Terkait masalah jalan yang amblas sepanjang 50 meter itu, menurut Arifadilah, saat ini sedang dilakukan pembuatan jalan alternatif oleh dinas terkait bersama PT Mutu.

Pembuatan jalan alternatif di samping jalan yang amblas.

Dia juga mengatakan, pengerjaan jalan alternatif itu paling lama dua hari sudah selesai. 

Oleh sebab itu, ia meminta kepada pelaku usaha tidak risau dengan masalah ini. 
 
Sementara itu, pihak kontraktor yang mengerjakan jalan menuju KITB saat ditanya wartawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggesa pengerjaan jalan alternatif di samping jalan yang amblas itu sesuai petunjuk dari pemerintah. 

Saat ini, katanya, sedang melakukan penimbunan dan dipadatkan, setelah itu akan dilapis dengan batu bes di atasnya. 

"Kalau cuaca tidak hujan, dua tiga hari sudah selesai dikerjakan nantinya," kata Nam, dari PT Mutu kepada wartawan. 

Sementara itu, salah seorang perwakilan pelaku usaha ekspor impor yang juga anak tempatan Alfitra, SH mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Siak yang sudah begitu tanggap dalam menangani masalah bencana alam ini. 

Dia sangat mendukung apa yang dilakukan oleh instansi pemerintah itu.

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pemerintah itu berjalan lancar," ujarnya. 

Alfitra juga menyampaikan, saat ini, meski jalur transportasi menuju KITB putus akibat bencana alam beberapa hari lalu, namun kegiatan di Pelabuhan KITB masih berjalan seperti biasa, tidak ada masalah. 

"Untuk saat ini, memang kegiatan bongkar muat cangkang di pelabuhan KITB masih berjalan. karena pihak perusahaan cangkang masih memilik stok pailnya," kata Alfitra. 

Tidak pelabuhan ekspor impor saja, kegiatan di pelabuhan penumpang di Mengkapan menuju Kepulauan Riau masih berjalan normal. 

Alfitra juga menjelaskan, terkait sejumlah mobil cangkang yang ditahan oleh masyarakat saat melintasi beberapa desa di Sungai Apit, itu adalah mobil kosong, tidak ada muatan. 

"Belum ada mobil cangkang yang melintasi desa-desa yang ada di Kecamatan Sungai Apit," tegasnya. 

Sementara itu, salah seorang Tukang Kerja Bongkar Muat (TKMB) KITB, Nurul Huda, kepada wartawan berharap pemerintah agar bisa mempercepat pembangunan jalan alternatif menuju KITB ini, sehingga kegiatan transportasi bisa kembali berjalan lancar. 

Sebab, kata Nurul Huda, mereka selaku buruh TKBM, jika dalam pemuatan kapal terlambat, mereka bisa saja didenda dan diklaim oleh pihak perusahan tempat bekerja. 

"Karena, pihak perusahaan tempat kami berkerja, juga akan diklaim oleh pihak kapal hingga didenda 300 juta per hari," pungkas Nurul.


Reporter: Effendi


Tags Siak

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar