Ekonomi

Solar di Sumbar Langka, Sopir Pengangkut Sayur Mayur Tujuan Riau Mengeluh

Sejumlah mobil berbahan bakar solar harus antre untuk mendapatkan solar di SBPU Padang Lua

RIAUMANDIRI.ID, BUKITTINGGI - Pengurangan pasokan BBM jenis Solar oleh Pertamina dinilai akan mengancam kelangsungan usaha masyarakat, di antaranya pedagang sayur mayur di sentra pasar sayur Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, Bukittinggi.

Pedagang di pasar tersebut mulai khawatir dengan kelangkaan solar beberapa hari belakangan ini. Mereka khawatir, jika truk yang akan mengangkut sayur tidak bisa berangkat karena ketidaktersediaan solar.

"Para sopir mengeluh, sulit mendapatkan solar, membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan solar di SPBU," kata Anto salah seorang pedagang di pasar Padang Lua kepada Haluan, Kamis (14/11/2019).

Ia mengaku, setiap hari mengirim dagangan yang mudah busuk itu ke Pekanbaru dan Duri, namun sampai saat ini ia masih bisa mengirimkan barang itu ke provinsi tetangga.

"Jika solar semakin langka, bisa jadi truk pengangkut sayur tidak berangkat, maka saya akan mengalami kerugian karena dagangan saya ini mudah busuk," terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Niko, Kepala Operasional PT. Indah Cargo Cabang Bukittinggi, ia mengeluhkan sejak tiga minggu belakangan solar semakin langka dan jikapun ada di SPBU antrinya sangat panjang.

"Di kantor kita ini ada 7 unit truk yang beroperasi setiap hari, 3 truk berangkat setiap hari masing masing ke Bekasi, Lampung dan Medan, sedangkan 4 truk berada di dalam kota untuk melansir muatan," kata Niko.

Ia menjelaskan, pernah satu kali truknya tidak berangkat karena kehabisan solar, akibatnya pengiriman barang tertunda dan pemilik barang komplain.

"Kelangkaan BBM ini tidak hanya merugikan pengusaha ekspedisi tapi juga telah menganggu pengguna jalan lain dengan antrian panjang kendaraan di SPBU," ungkapnya.

Terpisah, Manager SPBU Jalan By Pass Bukittinggi milik PT. Subro Jaya, Edy Jamal mengatakan, sebelumnya pasokan BBM baik solar maupun bensin ke SPBU-nya masing-masing16 ton atau 16 ribu liter perhari. Namun belakangan ini Pertamina hanya mengirim sebanyak 8 ton solar dan 8 ton bensin perhari kecuali hari Sabtu dan Minggu tidak dikirim.

"Saya tidak tahu alasan Pertamina membatasi pasokan, kebijakan Pertamina itu selalu berubah rubah. Kalau bensin sudah lama dibatasi, solar baru baru ini. Pernah bus merek SAN sampai 2 hari nginap di sini menunggu solar," ungkapnya.


Tags Ekonomi

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar