Peristiwa

Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara 

(istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan terjadi tsunami yang diakibatkan oleh gempa di perairan antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Namun, menurut mereka ketinggian gelombang tidak membahayakan.

"Telah terdeteksi tsunami di Ternate, Jailolo dan Bitung," demikian cuit akun Twitter BMKG, seperti dikutip pada Jumat (15/11).

@infoBMKG
#Pemutakhiran,Tsunami akibat Gmp Mag:7.1SR, telah terdeteksi di Ternate(23:43 WIB)0.06m,Jailolo(23:43 WIB)0.09m Bitung (00:08 WIB)0.10m#BMKG

Menurut BMKG, gelombang tsunami mencapai Ternate, Maluku Utara, pada pukul 23.43 WIB. Ketinggiannya mencapai 0,06 meter.

Sedangkan di Bitung, Sulawesi Utara, gelombang tsunami terdeteksi pada pukul 00.08 WIB. Ketinggiannya mencapai 0,10 meter.

Sementara gelombang tsunami yang mencapai Jailolo terdeteksi pada pukul 23.43 WIB setinggi 0,09 meter.

Gempa tektonik magnitudo 7,1 mengguncang kawasan Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Menurut saksi Yoseph Ikanubun, warga Manado sempat berlarian ke luar rumah akibat guncangan gempa dan peringatan waspada tsunami.

"Warga sempat panik dan keluar rumah terutama yang di pinggir pantai, tapi kini sudah kondusif. Warga yang di pantai sempat berlarian ke tempat tinggi dan bertahan setengah jam. Mereka membawa harta seadanya," kata Yoseph seperti diwawancara oleh CNNIndonesia TV.

Sedangkan saksi Sahril Abdullah di Maluku Utara menyatakan gempa terasa sangat kuat.

"Guncangannya terasa sangat kuat. Namun permukaan air laut terlihat masih tetap normal," kata Sahril.

BMKG meralat kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,1 setelah sebelumnya ditulis mencapai magnitudo 7,4. Mereka menyatakan pusat gempa berada di koordinat 1,63 derajat Lintang Utara dan 126,49 derajat Bujur Timur.

Jarak pusat gempa sekitar 134 kilometer sebelah barat laut Jailolo. Kedalamannya mencapai 10 kilometer.

Diperkirakan sudah terjadi sembilan kali gempa susulan usai lindu besar di kawasan itu.

BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara yang terjadi Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB itu telah berakhir pada pukul 01.45 WIB.

BMKG menyatakan gempa bumi itu akibat adanya penyesaran (pergeseran) dalam Lempeng Laut Maluku.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Ini akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam lempeng Laut Maluku," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/11), seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.63 LU dan 126.4 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.**
 


Tags Gempa

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar