Ekonomi

Dirut Telkomsel Emma Sri Martini Bakal Diganti

Dirut Pertamina, Emma Sri Martini

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini, bakal diganti. Itu karena ia telah ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

"Nanti juga ada dirkeu (Pertamina) yang baru, Ibu Emma dari yang sebelumnya Dirut Telkomsel," kata Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (22/11/2019).

Karena menjadi pejabat Pertamina, maka dipastikan Emma akan berhenti dari jabatannya sebagai Dirut Telkomsel. Sejauh ini, belum diketahui siapa yang akan menggantikannya.

Emma belum lama menjadi Dirut Telkomsel. Penunjukannya diumumkan pada bulan Mei silam menggantikan Ririek Adriansyah.

Dia ditunjuk sebagai Direktur Utama Telkomsel setelah ditetapkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkomsel. Jika dihitung, berarti dia menjabat kurang lebih selama 6 bulan.

Emma merupakan salah satu srikandi yang telah malang melintang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia sebelumnya mengisi kursi Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak 23 Februari 2009.

Semasa di perusahaan pembiayaan pembangunan infrastruktur tersebut, Emma memegang tanggung jawab dalam pengembangan strategi jangka panjang perusahaan serta penerapan praktek tata kelola perusahaan yang solid. Adapun selama kepemimpinannya di SMI, Emma telah mendanai 261 proyek senilai Rp 1.151,8 triliun.

Tak hanya di situ, pengalaman manajerial di BUMN seakan sudah jadi langganannya. Perempuan satu ini tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Dukungan di PT Perusahaan Pengelola Aset 2004-2009.

Perempuan berkerudung ini pula mengambil peran sebagai asisten Wakil Presiden-Grup Kepala dari Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) pada pasca-krisis ekonomi di 1997/1998.

Emma yang pernah bekerja di sebagai komisaris di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama ini pun terbilang aktif sebagai pembicara dan panelis pada forum infrastruktur di dalam negeri maupun internasional.

Dia merupakan lulusan sarjana Teknik ITB pada tahun 1993 dan menempuh program Market Economy di Harvard Kennedy School pada tahun 2011.
 




Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar