Riau

Diikuti Peselancar dari Mancanegara, Event Tahunan Bono Surfing 2019 Dibuka Bupati Pelalawan

Bupati Pelalawan HM Harris foto bersama dengan sejumlah pejabat terkait usai membuka acara.

RIAUMANDIRI.ID, TELUK MERANTI - Event tahunan pariwisata di Kabupaten Pelalawan yang dilaksanakan pada pertengahan bulan  November ini, tepatnya dari tanggal 12-14 November 2019 lalu dinilai cukup sukses dan menarik perhatian dari Kementerian Pariwisata dan juga para peselancar asing yang juga ikut terlibat menjajal keganasan gulungan ombak bono di Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau.

Festival tahunan Bono Surfing 2019 tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pelalawan HM Harris pada Senin (11/11/2019) malam. Tampak hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Calender Of Event (COE) Wonderful Nusantara dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia Hesty Reko Astuti, Wakapolres Pelalawan, pejabat di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, para Kepala OPD, peselancar, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, turut hadir memeriahkan pembukaan acara.

Disampaikan Bupati saat itu, bahwa para surfer atau peselancar yang datang dari luar negeri dibawa ke Teluk Meranti mulai Selasa (12/11/2019) dan akan berada di sana hingga acara puncak Festival Bono Surfing Kamis (14/11/2019). Selain itu, serangkaian acara digelar panitia mulai dari pertunjukan musik dan budaya serta permainan tradisional selama event pariwisata tingkat nasional ini. 

Bupati Pelalawan HM Harris memberikan sambutan saat pembukaan Festival Bono Surfing 2019.

“Ada permainan bakiak, gasing, hingga acara musik serta kebudayaan sebagai penarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Pelalawan," ujar Bupati.

Bupati HM Harris juga menyampaikan wisata Ombak Bono sudah dikenal di tingkat internasional setelah setiap tahun digelar event pariwisata di Teluk Meranti. Dia berharap, Pemprov Riau dan Kementerian Pariwisata semakin mendukung pengembangan wisata Bono dengan membangun fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan.

“Jika mengharapkan APBD Pelalawan saja, pembangunannya cukup lamban. Memang selama ini provinsi dan pusat sudah ikut membantu. Tapi kit berharap lebih ditingkatkan lagi,” tukasnya.

Sambutan Kepala Calender Of Event (COE) Wonderful Nusantara dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Hesty Reko Astuti.

Sementara itu Kepala Calender Of Event (COE) Wonderful Nusantara dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia Hesty Reko Astuti saat itu mengatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan fenomena alam ombak Bono Sungai Kampar setelah dirinya melihat secara langsung. Pihaknya mengaku takjub dengan gelombang yang tinggi ada di sungai dan tidak hanya di laut saja. Fenomena unik serta keindahan gelombang sungai itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Untuk itu pengembangan wisata ombak Bono harus dilakukan dengan serius agar menjadi destinasi wisata unggulan di Riau.

“Ya, Bekudo Bono merupakan salah satu festival wisata masuk dalam kelendar event pariwisata nasional dan di samping itu juga tahun depan atau tahun 2020 Bekudo Bono kembali masuk kalender destinasi wisata. Untuk masalah sarana dan prasarana di wisata Bono kita sangat mendukung, di mana kita akan mengajukan anggarannya. Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk tidak bisa berharap pada wisata surfing saja, tapi harus mengembangkan yang lainnya salah satunya pada bidang budaya juga,” terangnya.

Hesty juga mengatakan Festival “Bekudo Bono” sangat unik dan menarik. Sebab, sensasi dan adrenalin tentu berbeda bisa surfing di sungai. Experience terbaik ini hanya ada di Sungai Kampar. Menjadi destinasi menarik, di sini juga ada banyak permainan tradisional yang menyenangkan,

Bekudo Bono.

"Festival Bekudo Bono menjadi keajaiban yang mereka miliki. Event tersebut sangatlah khas dan sudah pasti menarik. Suasananya pasti meriah dengan beragam sajian seni dan budaya khas di sana. Untuk itu, event inti dari festival ini jangan sampai terlewatkan,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati.

Puncak festival akan digelar Kamis (14/11) di Sungai Kampar, Teluk Meranti. Sebab, seharian penuh akan digelar surfing menaklukkan Seven Ghost Ombak Bono. Mereka akan bersaing dalam beberapa kelas yang sudah disiapkan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, Festival Bekudo Bono 2019 semakin menghidupkan pariwisata Pelalawan.“Kami sejak awal menyambut gembira pelakasanaan festival ini. Dengan daya tariknya, festival akan menghidupkan industri pariwisata Pelalawan juga Riau. Tentu ada banyak manfaat ekonomi dari event tersebut yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” tutup Rizki.

Diramaikan Peselancar Asing

Event sport tourism Bono Surfing 2019 pada 11-14 November di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau tahun ini diikuti peselancar internasional. Selain itu, event tahunan yang dulu dikenal sebagai Berkudo Bono itu juga  menyajikan konsep baru dengan menggelar camping ground dan festival musik jaz.

Jajal keganasan Ombak Bono.

"Tahun ini kita akan menyajikan konsep baru yaitu camping ground. Jadi selain surfing dengan ombak Bono juga ada areal cam-ping dengan festival musik jaz," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparbudpora) Pelalawan Andi Yuliandri,

Dijelaskannya, untuk memeriahkan event tahunan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan komunitas musik Bono Jazz untuk kegiatan di camping ground. Sejumlah musikus dari negeri jiran Malaysia dan Singapura sudah mengonfirmasi kesediaan mereka untuk mengisi acara. Sedikitnya 300 peserta dari komunitas musik dipastikan hadir di lokasi camping tersebut.

Adapun para peselancar yang akan mengikuti Bono Surfing 2019 berasal dari sejumlah negara seperti Brasil dan Australia. Di samping itu sejumlah peselancar profesional kemungkinan juga akan ikut serta dalam event tahunan tersebut.

Peselancar luar negeri nikmati musik jazz bersama warga lokal.

Disparbudpora memfasilitasi peselancar luar negeri itu secara gratis mulai dari spedboat hingga tim penyelamat pendamping dan Bono Surfing Internasional 2019 di Teluk Meranti menelan anggaran miliaran Rupiah. Ombak Bono dengan bergelar Tujuh Hantu atau The Seven Ghost diubah dari yang menakutkan menjadi ajang wisata internasional.

Kompetisi Pelalawan Bono Surfing Internasional 2019 yang dimulai dengan muncul ombak pukul 11.45 WIB dari start awal di Tanjung Bebilah berakhir hingga pukul 13.30 wib di Blok F Tanjung Bau – bau Teluk Meranti. Ombak bono pada Kamis 14 November 2019 tidak seperti yang diperkirakan. 

"Kita berharap keganasan ombak besar, namun ini alam yang menentukan. Saat ini ombak yang diharap tidak terlalu besar. Padahal peselancar dan pemantau ombak sangat ramai," kata warga Teluk Meranti.

Terdata 9 peselancar mancanegara yang hadir di antaranya, Mr Antony Colas (Prancis), Mr Cedric Amedee Gerard Flahault (Prancis), Mr Malcolm Crawford (Selandia Baru), Mr Daniel De Klerk (Afrika Selatan), Mr Peter Edward Alderman (Inggris). Kemudian, Mrs Claudia Channer Watson (Inggris), Mrs Nicole De Klerk (Afrika Selatan), Mr Rohaizat Bin Hassan (Malaysia) dan Mr Ching Ho Michael Chan (China). (Advertorial)


Tags Pelalawan

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar