Hukrim

Hina Ma'ruf Amin dengan Sebutan Babi, Jafar Shodiq Ditetapkan Tersangka

Wakil Presiden Ma'ruf Amin

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Polisi menetapkan penceramah Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Ya (jadi tersangka)," kata Wakabareskrim Polri Irjen Antam Novambar mengutip CNNIndonesia.com, Kamis (5/12/2019).

Antam mengatakan, Shodiq disangkakan pasal 110 ayat 2 angka 1 jo pasal 107 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun.

"Karena berusaha menggerakkan orang lain untuk melakukan makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah," ujar Antam.

Kepolisian diketahui telah lebih dulu membuat laporan tipe A atas kasus tersebut sebelum Rabithah Babad Kesultanan Banten melaporkan Shodiq ke Bareskrim Polri.

Laporan tipe A itu teregister dengan nomor laporan LP/A/1019/XII/2019/BARESKRIM tanggal 4 Desember 2019. 

Laporan tersebut juga menjadi dasar pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap Shodiq.

"Sebelumnya kita sudah membuat laporan model A, yang karena ada nambah siber ya. Kemudian dari siber kemarin mengamankan seorang laki-laki dengan inisial JS," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Kamis (5/12).

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan ceramah Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas viral di media sosial. Video itu sendiri bersumber dari chanel YouTube 'Chanel habib ja'far shodiq bin sholeh alattas' yang diunggah pada 30 November 2019.

Saat itu, Ja'far tengah menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Ia mengatakan ada murid dari Nabi Musa AS yang diubah Allah SWT menjadi babi. 
Alasannya, kata Ja'far, karena menjual agama untuk duniawi. Ia pun mencontohkannya dengan ustaz bayaran zaman sekarang.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? [dijawab oleh jemaah: 'babi']. Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi lah," kata Ja'far.

Terkait hal itu, Ma'ruf Amin mengaku telah memaafkan pernyataan yang dibuat Shodiq.

"Berlebihan itu tidak baik. Kalau bagi saya itu memang harus memaafkan, karena bagaimana yah, [Ja'far] di-pressed (ditekan). Ya kebablasan saya kira itu," ujar Ma'ruf di kantor wapres, Jakarta, Rabu (4/12).

Ma'ruf menduga video yang viral itu telah ada sejak masa kampanye Pilpres 2019. Saat itu diakui Ma'ruf banyak konten di media sosial yang menjelekkan dirinya maupun Presiden Joko Widodo.

Namun, Ma'ruf, yang juga menjabat Ketua Umum MUI nonaktif ini, mengaku tak berniat melaporkannya ke polisi. Ma'ruf berharap Ja'far Shodiq mau memperbaiki isi ceramahnya agar tak berisi soal kebencian
 


Tags

[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]





Tulis Komentar